Alasan Olahraga Intensitas Tinggi Bisa Bikin Orang Sulit Tahan BAB

Belakangan, media sosial ramai memperbincangkan salah satu peserta HYROX yang buang air besar (BAB) di tengah kompetisi. Tak hanya itu, seorang sopir taksi online juga mengaku melalui unggahan di Threads bahwa salah satu peserta HYROX BAB di dalam mobilnya.
Ternyata, olahraga intensitas tinggi seperti HYROX memang dapat memicu keluhan saluran cerna, termasuk rasa ingin BAB yang sulit ditahan.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, menjelaskan bahwa sekitar 30–70 persen atlet endurance mengalami keluhan saluran cerna sebelum dan saat berkompetisi.
“[Gejalanya meliputi] kram perut, mual, dan urgensi BAB,” jelas dr. Andi kepada kumparanWOMAN.
Apa dan kenapa bisa terjadi?
Kondisi ketika seseorang mengalami diare atau rasa ingin buang air besar (BAB) yang sulit ditahan saat olahraga endurance dikenal sebagai exercise-induced gastrointestinal syndrome. Kondisi ini juga kerap disebut runner’s diarrhea atau runner’s trots pada pelari.
Lantas, mengapa olahraga intensitas tinggi seperti HYROX bisa memicu kondisi tersebut?
Menurut dr. Andi, kondisi ini salah satunya dipicu berkurangnya aliran darah ke usus. Saat olahraga intens, aliran darah dialihkan ke otot sehingga penyerapan usus bisa berkurang jadi 80 persen. Saat daya serap usus berkurang, maka terjadilah gejala diare yang sulit ditahan.
Guncangan selama berlari dan angkat beban itu bisa mengiritasi saluran cerna. Lalu, [bisa disebabkan] hormon stres atau kecemasan,” ungkap dr. Andi.
Gimana Cara Mencegahnya?
Meski keluhan saluran cerna cukup umum terjadi saat olahraga intensitas tinggi, kondisi ini tetap dapat diminimalkan. Salah satunya dengan membiasakan tubuh mengonsumsi karbohidrat saat sesi latihan intensitas tinggi agar saluran cerna dapat beradaptasi.
[Lalu] kurangi kafein, batasi obat nyeri. Terus lakukan rutinitas BAB sebelum mulai kompetisi, tapi sesuai masing-masing individu,” saran dr. Andi.
Ia juga menyarankan untuk menjaga hidrasi dengan cukup serta mengurangi konsumsi makanan tinggi serat, tinggi lemak, pedas, dan mengandung pemanis buatan. Produk susu juga sebaiknya dibatasi bagi yang sensitif terhadap laktosa.
“Jangan mencoba something new [makanan atau minuman] sebelum kompetisi itu juga penting,” tambah dr. Andi.
Hal yang perlu dipahami: Feses manusia dapat menyebarkan penyakit
Saat mengalami diare atau dorongan BAB yang tidak tertahan saat berolahraga, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan untuk menghentikan aktivitas sementara. Selain menyangkut kondisi tubuh peserta, ada risiko kontaminasi terhadap area dan orang-orang di sekitarnya.
Menurut dr. Andi, feses manusia dapat mengandung patogen, yaitu mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Patogen tersebut dapat berpindah ke orang lain melalui permukaan benda maupun udara, sehingga kejadian tersebut dapat dievaluasi untuk kebaikan bersama.
“Jadi transmisinya [patogen tersebut] dapat melalui permukaan, [bisa] melalui udara juga. Jadi kurang lebih seperti itu yang menjadi concern,” ujar dr. Andi.
