Bedah Rahasia Koleksi VIVAIA Fall/Winter 2026 bersama Alan Buanne

Merek alas kaki VIVAIA memperkenalkan koleksi sepatu Fall/Winter 2026 bertajuk “RE:WORK” di Indonesia pada Jumat (25/9). Koleksi ini menjadi debut Alan Buanne sebagai Creative Director VIVAIA setelah dirinya ditunjuk untuk posisi tersebut pada Januari 2026.
Nama "re:work" terinspirasi dari penggunaan “RE:” yang familiar dalam subjek email, sementara “work” merujuk pada pekerjaan. Melalui koleksi ini, Alan mendefinisikan ulang alas kaki workwear agar lebih sesuai dengan cara perempuan bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari saat ini.
“Melalui 're:work', kami melihatnya dari perspektif busana kerja modern. Cara perempuan bekerja dan berpakaian untuk bekerja telah berubah, sehingga kami ingin memikirkan kembali siluet alas kaki kantor yang sudah familiar dengan sudut pandang fesyen yang lebih kuat,” ungkap Alan Buanne saat memperkenalkan koleksi di Senayan City.
Dalam merancang koleksi terbarunya, Alan tetap mempertahankan kenyamanan yang menjadi salah satu karakter merek yang eksis sejak 2020. Kali ini, kenyamanan tersebut hadir melalui penggunaan material velvet yang lembut dengan tekstur menyerupai suede.
“Musim ini, kami mengembangkan jenis velvet yang unik dengan tekstur mirip suede. Material ini memberikan hasil akhir yang matte dan terlihat agak seperti plastik. Selain itu, materialnya cukup lentur sehingga sepatu akan tetap nyaman,” ujar Alan kepada kumparanWOMAN saat diwawancarai.
Koleksi VIVAIA Fall/Winter 2026 Terinspirasi dari Sisi Lain Alam
Koleksi ini mengangkat keindahan alam dari sisi yang jarang terlihat. Jika elemen bunga kerap menjadi inspirasi dalam desain sepatu perempuan, kali ini Alan justru mengeksplorasi bentuk ranting dan cabang pohon yang biasanya dianggap sebagai bagian alam yang telah “mati”.
“Ada masa transisi yang terjadi di alam selama musim gugur dan musim dingin, ketika daun-daun berguguran dan alam tidak lagi dipenuhi begitu banyak warna. Yang tersisa, misalnya, pada sebuah pohon ketika seluruh daunnya telah berguguran adalah bentuk-bentuk cabang pohon. Dan ada keindahan tersendiri di dalamnya,” jelas Alan.
Inspirasi koleksi ini juga berangkat dari pengalaman nyata Alan saat melakukan perjalanan ke berbagai negara yang memiliki musim dingin dengan kondisi yang cukup ekstrem. Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain yang merepresentasikan suasana musim dingin sekaligus tetap membawa elemen alam.
“Jadi, inspirasinya benar-benar berasal dari bagaimana kami menginterpretasikan koleksi musim dingin, tetapi tetap memiliki inspirasi yang berkaitan dengan alam, sekaligus tetap terasa sangat indah,” tambah Alan.
Rekomendasi Koleksi VIVAIA Fall/Winter 2026 dari Alan Buanne
1. Errai – Rp4.420.000
Pertama, Alan merekomendasikan Errai, ankle-heel boots dengan motif ranting. Boots ini memiliki tekstur velvet berwarna hitam dengan detail bordir putih.
Menurut ulasan kumparanWOMAN, alas kaki ini terasa lembut, baik pada bagian luar maupun sol dalam. Saat dikenakan berjalan, boots juga terasa cukup stabil sehingga tidak membuat kaki mudah kehilangan keseimbangan.
2. Jazura – Rp3.710.000
Motif Jazura serupa dengan Errai, tetapi hadir dalam model flat shoes. Sepatu ini bisa menjadi pilihan untuk menambah koleksi flat shoes kamu.
Jazura dilengkapi tiga lapisan sol dalam yang dirancang untuk membantu mengurangi tekanan pada kaki saat berjalan, sehingga terasa lebih ringan dan nyaman digunakan.
“Perpaduan suede hitam yang stretch dengan detail bordir putihnya adalah sesuatu yang tidak akan Anda temukan di brand lain,” ungkap Alan.
3. Scarlet – Rp4.060.000
Alan turut merekomendasikan Scarlet, heels yang juga menggunakan material velvet. Menariknya, heels ini memiliki aksen woven yang mengitari bagian tepi sepatu sehingga memberikan sentuhan statement yang elegan.
“Menurut saya, Scarlet memiliki hak yang tidak terlalu tinggi, sehingga tetap nyaman dikenakan,” ujar Alan.
Koleksi VIVAIA Fall/Winter 2026 ini telah tersedia melalui berbagai kanal e-commerce, situs resmi, serta toko offline VIVAIA di Indonesia. Tertarik untuk memilikinya?
