Miss Universe Fátima Bosch Terancam Ditangkap Akibat Laporan Nawat Itsaragrisil

Perseteruan antara Miss Universe 2025 Fátima Bosch dan Nawat Itsaragrisil selaku Direktur Nasional Miss Universe Thailand ternyata belum selesai. Baru-baru ini, Nawat disebut tengah mempercepat proses penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Fátima.
Dalam laporan tersebut, Nawat mengaitkan Fátima dengan dugaan pencemaran nama baik, tuduhan palsu, dan penyebaran informasi palsu. Presiden Miss Grand International itu juga mengeklaim telah mengantongi bukti kuat untuk mendukung laporan hukum yang dilayangkannya.
Di tengah konflik yang semakin memanas, Miss Universe Organization (MUO) menyatakan dukungannya kepada Fátima. MUO menegaskan bahwa segala bentuk perlakuan buruk terhadap perempuan tidak dapat dibenarkan.
“Kekerasan, intimidasi, penghinaan, sikap tidak hormat, dan perlakuan buruk terhadap perempuan dalam bentuk apa pun tidak dapat diterima. Tidak seharusnya ada perempuan yang merasa harus diam demi mempertahankan kesempatan, posisi, gelar, atau impiannya,” ujar MUO dalam keterangan yang dirilis melalui instagram @missuniverse.
MUO menambahkan bahwa ketika Fátima berusaha menyuarakan pendapat dan membela martabatnya setelah mendapat perlakuan dari Nawat, hal tersebut mengingatkan bahwa rasa hormat merupakan hak setiap orang, termasuk perempuan. MUO pun menentang segala bentuk perlakuan yang berupaya membungkam perempuan.
“Dari berbagai generasi dan penjuru dunia, para pemegang gelar, National Director, mantan pemenang Miss Universe, delegasi, serta perempuan yang pernah menjadi bagian dari organisasi ini menyuarakan dukungan mereka kepada Fátima dan menentang segala bentuk tindakan yang berupaya mempermalukan, mengintimidasi, merendahkan, atau membungkam perempuan,” tambah keterangan MUO.
Awal mula konflik Fátima Bosch dan Nawat Itsaragrisil
Konflik antara Fátima Bosch dan Nawat Itsaragrisil bermula pada 4 November 2025, saat rangkaian kegiatan Miss Universe 2025 di Thailand. Perseteruan keduanya mencuat ketika agenda penyerahan selempang berlangsung.
Saat itu, Nawat menegur Fátima karena tidak hadir dalam sesi pemotretan sponsor. Teguran tersebut berujung pada perdebatan panas. Fátima kemudian memilih meninggalkan ruangan setelah mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan disebut bodoh oleh Nawat.
“Saya sangat mencintai Thailand. Saya menghormati teman-teman semua... Namun tindakan direktur itu sungguh tidak sopan, dia menyebut saya bodoh,” ujar Fátima yang dikutip dari The Economic Times
Aksi walk out Fátima kemudian diikuti sejumlah finalis lain sebagai bentuk solidaritas. Beberapa di antaranya adalah Miss Iraq, Miss Palestina, hingga Miss Universe 2024 Victoria Kjær Theilvig.
Meski perseteruan tersebut mencuat selama rangkaian Miss Universe 2025, Fátima tetap mengikuti kompetisi. Perempuan kelahiran 2000 ini pun berhasil keluar sebagai pemenang dan dinobatkan sebagai Miss Universe 2025.
Meski ajang Miss Universe 2025 telah berakhir, perseteruan keduanya masih terus bergulir. Nawat pengin mempercepat proses penangkapan Fátima karena pencemaran nama baik. Namun, hingga berita ini dibuat, belum belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai proses hukum terhadap kasus tersebut.
