Pola Asuh Orang Tua Adalah Kunci Seorang Anak Bisa Mandiri saat Menanjak Dewasa

Seorang penulis kontributor asal Solo
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nafiuddin Fadly tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di usia yang semakin meninggalkan banyak kenangan, terdapat berbagai macam tingkah laku orang dewasa. Dua mata saya bak CCTV. Terekam memori terhadap orang-orang dewasa hebat yang melalui masa-masa sulit. Ada juga saya melihat macam tingkah laku orang dewasa yang adabnya minus. Mereka adalah orang-orang yang kondisinya cukup memprihatinkan sekaligus menyebalkan.
Kenapa orang yang sama-sama makan nasi, namun menghasilkan kualitas manusia yang berbeda? Setelah saya baca-baca dan mengobrol dengan orang-orang terdekat, ada satu benang merah yang cukup menyakinkan. Yaitu pola asuh orang tua.
Pola asuh memanjakan
Sebagaimana yang ditulis oleh Yeni Devita dalam jurnal yang berjudul Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Masalah Mental Emosional Remaja tahun 2020, seorang anak dididik, dibimbing, serta didisiplinkan dengan tujuan agar ketika dewasa bisa hidup sesuai dengan norma masyarakat. Sayangnya, hal ini kadang tidak disadari oleh orang tua. Padahal cara pola asuh justru sangat penting untuk masa depan seorang anak.
Salah satu macam pola asuh yang yang perlu diwaspadai adalah pola asuh permisif. Sebuah pola asuh yang terlalu membebaskan kepada sang anak dan kurangnya tuntutan. Vera Itabiliana Hadiwidjojo, seorang psikolog anak dan remaja melalui kanal YouTube Mommies Daily mengatakan bahwa memanjakan anak termasuk salah satu kesalahan pola asuh orang tua.
Hal ini bisa terjadi mungkin karena orang tua terlalu sayang kepada anak dan tidak tega untuk mendisiplinkan. Barangkali benar kata orang-orang, orang tua akan selalu melihat anaknya sebagai anak kecil. Namun, pada akhirnya hal ini akan membawa masalah besar ketika dewasa kelak yang tidak bisa mandiri.
Seketika saya ingat salah satu karakter Denis di serial animasi Adit Sopo Jarwo, karakter ini justru lebih terkenal julukannya yang cukup saru di internet. Ini tak lain karena sifatnya yang manja dan selalu mengeluh. Apa-apa selalu dibantu Adit.
Sebenarnya saya tidak mengikuti serial animasi itu, mungkin karena selera saya semacam One Piece dan Naruto. Namun, saking terkenal di internet, saya menjadi kepo. Melihat cuplikan tingkah laku Denis di YouTube, membuat saya enggan melanjutkan menonton sampai selesai.
Pentingnya kemampuan survival mode
Memasuki usia dewasa adalah pintu masuk berbagai tekanan. Misalnya, tantangan mencari pekerjaan maupun beradaptasi di tempat kerja. Belum lagi tekanan lingkungan sekitar seperti diremehkan karena pekerjaan, ditanya kapan nikah, dan dibandingkan dengan pencapaian orang lain.
Jika memiliki mental yang lemah, maka akan tumbang secara mudah. Dampak buruknya bisa mengakibatkan depresi. Oleh karena itu, pola asuh yang benar bisa membuat seseorang akan lebih tangguh dalam menghadapi apapun. Tidak mudah goyah dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
Orang tua tentu harus menyadari bahwa anaknya akan menghadapi hal semacam itu. Mereka juga tidak bisa selamanya membersamai sang anak. Pada akhirnya semua manusia akan kembali ke liang lahat. Maka, alangkah baiknya memperbaiki pola asuh sebelum terlambat.
Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan anak melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, mengepel, menyapu, dan masih banyak lagi. Saran lainnya adalah dengan si anak dilatih menyelesaikan masalahnya sendiri. Sebab bentuk manja tidak hanya berupa memberikan barang yang diinginkan anak, tetapi orang tua selalu menyelesaikan tantangan masalah yang dihadapi sang anak.
Di tengah kehidupan yang begitu keras, sudah sewajarnya orang tua bisa memberikan pola asuh yang benar. Semua demi kebaikan sang anak ketika sudah menjadi dewasa. Tidak hanya bisa mandiri tetapi juga bisa hidup dengan norma-norma masyarakat.
