Era Digital dan Kualitas Literasi; Keduanya Akan Terus Berkesinambungan
Tulisan dari Nafis Hadi Purnama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kawan-kawan masih ingat dengan berbagai penelitian akan kualitas literasi terkhusus minat baca di Indonesia? Seperti contohnya penelitian dari UNESCO yang menyebutkan bahwa minat baca di Indonesia hanya 0,001%, yang dimana artinya adalah hanya satu dari seribu orang di Indonesia yang gemar membaca.
Juga apakah kawan-kawan tahu bahwa Indonesia masuk kedalam sepuluh besar negara dengan pengguna smartphone terbanyak di dunia? Indonesia menduduki peringkat enam kedalam sepuluh negara dengan pengguna smartphone terbanyak di dunia. Ada sekitar 73 juta jiwa di Indonesia yang menjadi pengguna smartphone. Hal ini tidak lain memang karena perkembangan era digital yang begitu pesat.
Yang menjadi problematika adalah berkembangnya era digital akan terus berkesinambungan dengan kualitas literasi di Indonesia. Sedangkan kualitas literasi dengan perkembangan era digital di Indonesia malah saling bertolak belakang. Sebagai contoh dampak yang di hasilkan adalah, di dunia maya banyak sekali orang yang termakan hoax. Hal itu di karenakan kualitas literasi ataupun minat baca di Indonesia masih rendah tapi penggunaan smartphone terus meningkat. Hingga akhirnya banyak 'netizen' yang memakan satu info tanpa mendalaminya terlebih dahulu.
Maka pada akhirnya perkembangan era digital dengan kualitas literasi di Indonesia harus di seimbangkan. Sampai kapan pun, dua hal itu akan terus berkesinambungan. Bagaimana caranya menyeimbangkan kedua hal tersebut? Karena era digital terus berkembang sedangkan kualitas literasi masih rendah, maka hal yang perlu di lakukan adalah meningkatkan kualitas literasi itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan lagi, bagaimana caranya meningkatkan kualitas literasi di bawah tuntutan era digital yang semakin pesat?
Menamkan Literasi Sedari Dini
Salah satu solusi yang penulis hadirkan adalah menanamkan literasi sedari dini. Khususnya penanaman atau menumbuhkan kualitas minat baca anak sejak dini. Mengapa? Karena yang pertama, itu akan menjadi modal untuknya ketika menghadapi kehidupan di masa depan. Kedepannya mereka di harapkan memiliki pola pikir yang kritis juga logis. Kedua, hal ini dilakukan ibaratnya untuk Indonesia berinvestasi pada anak-anak. Dalam artian, kembali lagi, Indonesia menaruh harapan pada anak-anak untuk Indonesia di masa depan.
Dengan hal ini, kemungkinan kemajuan era digital yang begitu pesat akan seimbang seiring dengan bertumbuhnya usia anak-anak yang dimana mereka dulu di didik atau di mana dulu orang tua mereka sendiri menanamkan literasi pada anak tersebut. Dengan catatan tentu perlu awareness atau kesadaran akan pentingnya literasi, khususnya membaca dari seluruh orang tua di Indonesia.
Yang menjadi pertanyaan lagi adalah, sudah sejauh mana awareness atau kesadaran orang tua di Indonesia akan pentingnya literasi khususnya membaca? Yang mana tentu orang tua menjadi peran penting bahkan peran utama dalam melakukan misi ini. Karena orang tua lah yang harus terus mendidik anaknya bahwa betapa pentingnya literasi.
Terakhir, penulis mengajak mari tumbuhkan dan tingkatkan minat baca. Kita mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Karena hakikatnya seseorang yang mengajak harus lebih "bisa" di bandingkan dengan orang yang di ajak.

