Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNTIDAR Latih Warga RW.09 Tlogoadi Olah Sampah Organik Jadi Kompos

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nahdliyatul Mukarromah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatihan alat komposter bersama ibu-ibu PKK RW.09, Dukuh Gandekan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan alat komposter bersama ibu-ibu PKK RW.09, Dukuh Gandekan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman

Tlogoadi - Tim Kukiah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan komposter rumah tangga bagi ibu-ibu PKK RW.09, Dusun Gandekan, Kalurahan Tlogoadi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik melalui Pembuatan dan Pelatihan Komposter Rumah Tangga”.

Program ini digagas untuk menjawab persoalan sampah organik rumah tangga yang selama ini masih banyak tercampur dengan sampah anorganik dan langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Padahal, sisa makanan, daun, dan limbah dapur sebenarnya dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Kegiatan berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari koordinasi dengan ibu-ibu PKK RW.09, sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, demonstrasi dan pelatihan pembuatan komposter menggunakan galon bekas, hingga praktik langsung bersama ibu-ibu PKK. Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajarkan cara mengatasi masalah umum dalam pengomposan, seperti bau busuk atau kompos yang gagal terurai, serta teknik memanen pupuk organik cair (POC) dan pupuk kompos padat.

Partisipatif aktif dari masyarakat

Sebanyak 50 ibu-ibu PKK RW.09 hadir dan mengikuti kegiatan ini hingga tuntas. Antusiasme warga terlihat tinggi, tercermin dari keaktifan mereka bertanya selama sesi sosialisasi berlangsung. Sebagai hasil dari program ini, terbentuk 10 unit komposter yang kemudian diletakkan di Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat sebagai sarana edukasi dan contoh penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Ketua RT.01, RT.02, hingga Ketua RW.09 menyampaikan apresiasi atas pelatihan ini. Mereka mengaku sebelumnya tidak mengetahui cara memanfaatkan limbah sayuran dan sampah rumah tangga, namun kini merasa terbantu karena dapat mengolah sampah yang sebelumnya dibuang begitu saja menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman di pekarangan rumah.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Dusun Gandekan dapat semakin mandiri dalam mengelola sampah organik, mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, serta mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular di lingkungan mereka.