Konten dari Pengguna

Edukasi Pangeran Diponegoro di SDN Kedungringin 03 oleh Mahasiswi GIAT 13

Edukasi Pangeran Diponegoro di SDN Kedungringin 03 oleh Mahasiswi GIAT 13
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi Pangeran Diponegoro di SDN Kedungringin 03 oleh Mahasiswi GIAT 13

Kedungringin, 23 Oktober 2025 — Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam KKN UNNES GIAT 13 Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, telah melaksanakan Program Kerja Individu (Proker Individu) bertema Edukasi Pangeran Diponegoro di SDN Kedungringin 03. Kegiatan yang dipimpin oleh Naia Sophianti tersebut mengusung konsep pembelajaran “Mengenal Pahlawan: Pangeran Diponegoro (Pemimpin Perang Jawa)” dengan tujuan menumbuhkan semangat nasionalisme serta minat belajar sejarah pada siswa sejak dini.

Program ini dirancang untuk mendukung pembentukan karakter siswa, terutama menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober) dan Hari Pahlawan (10 November). Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan nilai nasionalisme, semangat belajar, dan kecintaan terhadap tokoh perjuangan bangsa agar generasi muda tumbuh dengan kesadaran kebangsaan yang lebih kuat.

Pemilihan tokoh Pangeran Diponegoro sebagai materi utama didasarkan pada kiprahnya sebagai pahlawan nasional yang berjuang mempertahankan tanah air dari penjajahan. Beliau dikenal sebagai pemimpin Perang Jawa (1825–1830) yang memiliki sifat pantang menyerah, berani, dan mencintai bangsa. Nilai perjuangan tersebut diperkenalkan kepada siswa agar dapat diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Pangeran Diponegoro di SDN Kedungringin 03 oleh Mahasiswi GIAT 13 berjalan lancar dan kondusif

Kegiatan Edukasi Pangeran Diponegoro di SDN Kedungringin 03 dilaksanakan menggunakan metode edukatif dan interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Mahasiswa membuka sesi dengan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kemudian menyampaikan materi mengenai latar belakang kehidupan, perjuangan, dan semangat kepahlawanan Pangeran Diponegoro. Penyampaian materi didukung media visual berupa poster sederhana sehingga siswa lebih mudah memahami topik yang diberikan.

Melalui metode bercerita interaktif, mahasiswa mengajak siswa memahami keteladanan Pangeran Diponegoro, mulai dari keberanian, strategi Perang Jawa, hingga nilai moral yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuat materi sejarah lebih hidup dan mudah diterima. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan sesi diskusi dan tanya jawab untuk melatih keberanian siswa berbicara di depan umum serta mengasah kemampuan berpikir kritis mereka. Kegiatan ditutup dengan pemberian motivasi dan pembuatan konten TikTok edukatif sebagai bentuk apresiasi sekaligus media kreatif memperkenalkan nilai perjuangan.

Siswa berpartisipasi aktif dalam menjawab kuis

Selama kegiatan berlangsung, suasana aula sekolah terlihat ramai dan antusias. Para siswa tampak bersemangat mendengarkan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro dan aktif menjawab kuis yang diberikan. Guru SD Negeri Kedungringin 03 juga memberikan dukungan penuh dengan membantu mengatur jalannya kegiatan sehingga pelaksanaan berlangsung tertib dan kondusif.

Program ini menjadi salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, mahasiswa tidak hanya melaksanakan tugas akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan nilai nasionalisme sejak sekolah dasar sangat penting sebagai fondasi kesadaran berbangsa dan bernegara pada anak-anak.

Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara mahasiswa, pihak sekolah, dan siswa. Program “Mengenal Pahlawan: Pangeran Diponegoro” bukan hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga membangun kesadaran moral dan sosial mengenai pentingnya meneladani perjuangan para pahlawan.

Setelah kegiatan berakhir, banyak siswa menyampaikan rasa senang karena mendapatkan pengalaman belajar yang baru dan menyenangkan. Mereka juga menunjukkan minat untuk mempelajari tokoh pahlawan lain. Hal tersebut membuktikan bahwa metode pembelajaran interaktif dapat meningkatkan minat belajar sejarah sekaligus memperkuat karakter kebangsaan anak-anak.

Dengan terlaksananya Proker Individu ini, Naia Sophianti telah menyelesaikan salah satu tugas dalam kegiatan KKN UNNES GIAT 13 Desa Kedungringin Tahun 2025. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, diharapkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air dapat tumbuh lebih kuat di hati generasi penerus bangsa.

Kegiatan edukatif semacam ini juga menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang membawa nilai positif dari perguruan tinggi ke masyarakat. Dengan menanamkan nilai kepahlawanan sejak dini, mahasiswa turut berkontribusi membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa patriotik.