Konten dari Pengguna

Penciptaan Tembang Bahari yang Hidup dalam Tarian dan Lagu

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naiela Jannatun Nurya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rembang – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dari jurusan Fisika menghadirkan program kreatif bertajuk Tembang Segara: Lirik Tembang Bahari dan Budaya untuk Tarian Baru di Desa Punjulharjo. Program ini menghasilkan karya seni berupa tembang berbahasa Jawa yang terinspirasi dari kehidupan bahari masyarakat pesisir, sekaligus menjadi pengiring Tari Kesemsem Punjulharjo.

Program ini dilaksanakan pada minggu kedua masa KKN. Proses kreatifnya melalui tahapan diskusi, penulisan lirik, analisis makna, hingga penyesuaian dengan gerakan tari. Hasilnya, lahirlah tembang “Kesemsem Punjulharjo” yang penuh makna dan berhasil dipentaskan di panggung seni desa.

  Proses diskusi lirik bersana warga
zoom-in-whitePerbesar
Proses diskusi lirik bersana warga

Hasil program KKN ini membuahkan sejumlah output yang beragam. Tembang Segara berhasil dirilis di platform musik digital Spotify, sehingga bisa diakses masyarakat luas. Poster penjelasan makna tembang juga telah dipasang di Museum Edupark Situs Perahu Kuno Punjulharjo, sebagai media edukasi sekaligus dokumentasi budaya.

Tak hanya itu, tembang ini juga dinyanyikan dalam pentas seni desa sebagai pengiring resmi Tari Kesemsem Punjulharjo, tarian baru yang merepresentasikan semangat dan filosofi kehidupan bahari masyarakat pesisir. Lebih lanjut, Tembang Segara juga dimanfaatkan dalam pembuatan video sinematografi, yang memperkuat filosofi gerak dan memperluas penyebaran nilai budaya lewat medium digital.

Melalui program ini, Desa Punjulharjo tidak hanya memperkaya khazanah seni, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai desa budaya yang terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.