Konten dari Pengguna

Merajut Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Seluruh Masyarakat Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naila Fauziah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar oleh Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Gambar oleh Penulis

Pertumbuhan ekonomi sering kali menjadi salah satu kabar yang paling ditunggu dalam melihat kondisi suatu negara. Ketika angka pertumbuhan meningkat, muncul optimisme bahwa kegiatan ekonomi semakin bergerak, investasi bertambah, produksi meningkat, dan kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendapatan menjadi lebih besar.

Indonesia sendiri menunjukkan perkembangan ekonomi yang cukup positif. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang berada di angka 5,03 persen. Pada tahun yang sama, Produk Domestik Bruto per kapita Indonesia mencapai Rp83,7 juta.

Angka tersebut tentu patut diapresiasi. Namun, pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak berhenti sebagai angka dalam laporan statistik. Di balik angka tersebut terdapat masyarakat yang menjadi bagian utama dari aktivitas ekonomi. Karena itu, pertanyaan yang lebih penting adalah; sejauh mana pertumbuhan ekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

Pertumbuhan Ekonomi Bukan Sekadar Angka

Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya menggambarkan peningkatan produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang berlangsung.

Namun, pertumbuhan ekonomi tidak secara otomatis menggambarkan kondisi seluruh masyarakat.

Pendapatan per kapita, misalnya, merupakan salah satu indikator yang sering digunakan untuk melihat tingkat kemakmuran suatu negara. Akan tetapi, angka tersebut merupakan rata-rata sehingga belum tentu menggambarkan bagaimana pendapatan sebenarnya tersebar di antara masyarakat.

Sederhananya, ketika pendapatan sebagian kelompok meningkat sangat tinggi, rata-rata pendapatan masyarakat dapat ikut meningkat meskipun masih terdapat kelompok lain yang belum mengalami peningkatan kesejahteraan secara berarti.

Karena itu, pertumbuhan ekonomi perlu dilihat bersama indikator lainnya seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pendapatan, pendidikan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat.

Dengan melihat berbagai indikator tersebut, kita dapat memahami bahwa pembangunan bukan hanya tentang membuat perekonomian menjadi lebih besar, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan.

Ketika Pertumbuhan Bertemu dengan Kesejahteraan

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sebenarnya sangat erat. Pertumbuhan yang sehat dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan, mendorong aktivitas usaha, serta menyediakan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan.

Namun, hubungan tersebut tidak selalu terjadi secara otomatis.

Pertumbuhan ekonomi perlu disertai dengan penciptaan lapangan kerja yang layak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan kesehatan. Jika tidak, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan tanpa memberikan perubahan yang cukup besar terhadap kehidupan sebagian masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan pemikiran ekonom Amartya Sen dalam Development as Freedom. Sen melihat pembangunan secara lebih luas, bukan hanya berdasarkan pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berdasarkan perluasan kemampuan dan kebebasan manusia untuk menjalani kehidupan yang mereka nilai berharga.

Pemikiran tersebut memberikan pelajaran penting: masyarakat seharusnya tidak hanya menjadi objek dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi pihak yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.

Pemerataan Menjadi Bagian Penting

Pertumbuhan ekonomi yang baik idealnya dapat menciptakan manfaat yang lebih luas. Karena itu, pemerataan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan.

Pemerataan bukan berarti seluruh masyarakat harus memiliki pendapatan yang sama. Pemerataan lebih berkaitan dengan bagaimana setiap orang memiliki kesempatan yang cukup untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, pelayanan kesehatan, serta akses terhadap kegiatan ekonomi.

Hal ini menjadi semakin penting karena kondisi setiap daerah tidak sama. Ada wilayah yang memiliki infrastruktur dan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat, sementara wilayah lainnya masih menghadapi keterbatasan akses dan kesempatan.

Data BPS menunjukkan bahwa perkembangan pembangunan manusia Indonesia juga terus mengalami perbaikan. IPM Indonesia pada 2025 mencapai 75,90, meningkat dari 75,02 pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh perbaikan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusia. Namun, prosesnya tetap membutuhkan kebijakan yang konsisten agar manfaat pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menciptakan Pertumbuhan yang Inklusif

Pertumbuhan ekonomi yang ideal bukan hanya pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga pertumbuhan yang inklusif. Artinya, berbagai kelompok masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari kegiatan ekonomi.

Salah satu kuncinya adalah menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkualitas.

Pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna ketika peningkatan produksi dan investasi mampu menciptakan pekerjaan yang memberikan pendapatan layak bagi masyarakat. Sebaliknya, jika pertumbuhan tidak diikuti peningkatan kesempatan kerja yang memadai, manfaat ekonomi dapat terasa lebih terbatas.

Bank Dunia juga menekankan pentingnya penciptaan pekerjaan yang lebih baik dan upaya menjaga standar hidup masyarakat dalam menjaga momentum ekonomi Indonesia.

Selain lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga tidak kalah penting. Pendidikan yang berkualitas akan meningkatkan keterampilan masyarakat, sementara layanan kesehatan yang baik akan mendukung produktivitas. Keduanya menjadi fondasi agar masyarakat mampu mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi.

Pertumbuhan dan Kesejahteraan Harus Berjalan Bersama

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bukanlah dua tujuan yang harus dipilih salah satunya. Keduanya justru perlu berjalan bersama.

Pertumbuhan menyediakan energi bagi perekonomian untuk terus berkembang, sedangkan kesejahteraan menjadi salah satu tujuan utama dari pembangunan itu sendiri.

Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari pertanyaan, “Seberapa tinggi ekonomi tumbuh?” Pertanyaan tersebut perlu dilengkapi dengan pertanyaan lain: “Apakah masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik?”

Apakah masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak? Apakah anak-anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas? Apakah akses kesehatan semakin mudah? Apakah kesenjangan dapat dikurangi? Dan yang tidak kalah penting, apakah masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena pembangunan pada akhirnya berbicara tentang manusia.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat tentu merupakan sesuatu yang perlu dipertahankan. Namun, pertumbuhan akan memiliki makna yang lebih besar ketika hasilnya mampu diterjemahkan menjadi kesempatan, keamanan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan ekonomi dapat diibaratkan seperti merajut sebuah kain. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu benangnya, sementara pemerataan, kesempatan kerja, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi benang lainnya. Jika hanya satu benang yang kuat sementara lainnya rapuh, hasil akhirnya belum tentu menjadi kain yang utuh.

Indonesia tidak hanya membutuhkan ekonomi yang tumbuh, tetapi juga masyarakat yang tumbuh bersama di dalamnya.

Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata seberapa besar perekonomian bertambah, melainkan seberapa jauh pertumbuhan tersebut mampu membuka kesempatan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus dirajut menjadi satu kesatuan agar pembangunan benar-benar membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.