Konten dari Pengguna
KKN-T UNDIP & Gubug Baca Ajak Anak Desa Gubug Gemar Membaca lewat Kolase Buku
11 Agustus 2025 11:02 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
KKN-T UNDIP & Gubug Baca Ajak Anak Desa Gubug Gemar Membaca lewat Kolase Buku
Kegiatan membuat proyek berbasis buku bacaan yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Undip dengan komunitas Gubug Baca.Naila Nisrina
Tulisan dari Naila Nisrina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Gubug, Grobogan – Rendahnya minat baca di kalangan anak-anak menjadi tantangan yang dihadapi banyak desa di Indonesia, tak terkecuali Desa Gubug di Kabupaten Grobogan. Menjawab persoalan tersebut, Mahasiswa KKN-T Literasi Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 169 Kelompok 1 menggandeng komunitas Gubug Baca untuk memperkenalkan pendekatan inovatif yaitu membuat proyek berbasis buku bacaan.
ADVERTISEMENT
Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan metode pembelajaran kreatif yang menggabungkan literasi dengan seni visual. Anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga memvisualisasikan isi bacaan melalui karya kolase. Tujuannya adalah untuk mengubah kegiatan membaca yang kerap dianggap membosankan menjadi pengalaman menyenangkan, interaktif, dan penuh eksplorasi.
Berdasarkan beberapa informasi yang didapatkan oleh mahasiswa KKN-T Literasi Undip, masih terdapat beberapa anak sekolah dasar yang belum mampu membaca dengan lancar. Rendahnya akses terhadap kegiatan literasi kreatif membuat minat baca mereka kurang berkembang. Dari sinilah lahir ide menggabungkan membaca bersama dan pembuatan kolase. Dua aktivitas tersebut saling melengkapi dengan membaca yang dapat mengasah kognitif, dan kegiatan kolase yang dapat mengasah imajinasi.
Kegiatan dimulai dengan sesi membacakan cerita selama 10 menit. Salah satu anggota KKN membacakan cerita yang telah disiapkan, dilanjutkan dengan tanya jawab cepat untuk menguji pemahaman isi cerita. Setelah itu, anak-anak menerima bahan membuat kolase berupa pola pohon, kertas origami warna-warni, dan lem.
ADVERTISEMENT
Awalnya, sesi kolase dijadwalkan berlangsung 40 menit. Namun, tingginya antusiasme membuat kegiatan meluas hingga dua jam. Anak-anak yang awalnya hanya menonton pun ikut bergabung.
Selain literasi, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan kepekaan lingkungan. Sambil menunggu penilaian kolase, anak-anak diajak observasi alam sekitar, mengenali pohon, semut, burung, dan objek lain di lingkungan.
Lima karya kolase terbaik mendapat hadiah tiga jenis jajanan, sementara peserta lain mendapat satu jenis jajanan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama.
ADVERTISEMENT
Metode kolase buku ini memiliki potensi diadaptasi ke berbagai desa lain. Dengan biaya rendah dan bahan yang mudah diperoleh, pendekatan ini mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, menyenangkan, dan inklusif.
Kerja sama antara mahasiswa dan komunitas Gubug Baca menjadi bukti bahwa membangun budaya literasi tidak harus dilakukan dengan metode konvensional. Inovasi berbasis kreativitas justru mampu menembus keterbatasan, merangkul anak-anak dari berbagai latar belakang, dan membangkitkan rasa ingin tahu terhadap dunia buku.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi Desa Gubug untuk memiliki program literasi kreatif berkelanjutan, dan semoga menginspirasi desa-desa lain,” tutup pernyataan tim KKN.

