Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN Undip Tim 169 Sosialisasikan Pendataan Perpustakaan di Desa Gubug

Naila Nisrina
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro
11 Agustus 2025 11:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mahasiswa KKN Undip Tim 169 Sosialisasikan Pendataan Perpustakaan di Desa Gubug
KKN-T Literasi Universitas Diponegoro Tim 169 Kelompok 1 melakukan sosialisasi pendataan perpustakaan di Desa Gubug.
Naila Nisrina
Tulisan dari Naila Nisrina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokumentasi bersama para pustakawan Desa Gubug
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi bersama para pustakawan Desa Gubug
ADVERTISEMENT
Gubug, Grobogan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Universitas Diponegoro (Undip) Tim 169 melaksanakan kegiatan sosialisasi pendataan perpustakaan di Desa Gubug, Kabupaten Grobogan. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi Undip dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), yang berfokus pada penguatan ekosistem literasi di tingkat desa.
ADVERTISEMENT
Sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Gubug ini menyasar pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan perpustakaan sekolah yang ada di wilayah desa. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran pengelola terhadap pentingnya registrasi perpustakaan melalui aplikasi pendataan resmi milik Perpusnas.
Melalui pendataan ini, perpustakaan dan TBM dapat memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) yang merupakan kode identitas nasional bagi lembaga perpustakaan di seluruh Indonesia. NPP bukan sekadar nomor, melainkan pintu akses ke berbagai peluang pengembangan, seperti pelatihan tenaga perpustakaan, program pembinaan, hingga bantuan sarana dan prasarana dari Perpusnas.
Wakil Ketua KKN-T Literasi Undip Tim 169 kelompok 1, Afif, menyampaikan, “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perpustakaan yang ada di Desa Gubug, baik dalam hal peningkatan kesadaran pentingnya pendataan maupun pemanfaatan NPP untuk pengembangan layanan perpustakaan.”
ADVERTISEMENT
Kondisi di lapangan menunjukkan banyak perpustakaan dan TBM yang belum mengetahui keberadaan aplikasi pendataan tersebut maupun manfaat dari NPP. Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama, sekaligus membuka jalur komunikasi antara pengelola perpustakaan dengan sistem nasional.
Output dari kegiatan ini tidak berhenti di tahap sosialisasi. Beberapa perpustakaan yang hadir langsung menyampaikan ketertarikannya untuk didampingi lebih lanjut pada proses pendaftaran data perpustakaan sekolah di akun Perpusnas. Mereka mengajak kelompok KKN berdiskusi dan mulai mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran dan pengajuan NPP. Hal ini menunjukkan antusiasme dan komitmen pengelola perpustakaan dalam meningkatkan legalitas dan akses terhadap program literasi nasional.
Langkah ini sejalan dengan misi besar Perpusnas dalam mendorong pengelolaan perpustakaan berbasis data dan teknologi, serta meningkatkan pemerataan akses literasi hingga ke tingkat desa. Desa Gubug menjadi salah satu wilayah yang berkesempatan terlibat langsung dalam proyek kolaboratif ini.
ADVERTISEMENT
Dengan pendataan yang sistematis, diharapkan seluruh perpustakaan dan TBM di Desa Gubug bisa terdaftar secara resmi dan memperoleh manfaat jangka panjang. Tak hanya memperkuat posisi lembaga baca di mata masyarakat, tetapi juga menjadikannya lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman yang serba digital.