Melangkah Dunia Profesional: Wawasan Baru melalui Magang
Tulisan dari Naima Khairu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Salah satu cara terbaik merasakan langsung dinamika profesional tersebut adalah melalui kegiatan magang. Pengalaman inilah yang saya dapatkan ketika berkesempatan menjadi bagian dari Jaja Usaha Laku, salah satu unit bisnis di bawah naungan Erlangga Group nama besar yang selama puluhan tahun dikenal luas lewat kontribusinya melayani kebutuhan produk edukasi, mencetak buku teks utama Kurikulum Merdeka, hingga mempelopori inovasi literasi pendidikan di Indonesia.

Mengenal Lebih Dekat Jaja Usaha Laku
Sebagai bagian dari ekspansi lini bisnis Erlangga Group, Jaja Usaha Laku bergerak dalam penyediaan berbagai produk dan layanan terpadu untuk memenuhi kebutuhan corporate, institusi pendidikan, maupun pelaku usaha. Unit bisnis ini menaungi beberapa layanan unggulan, di antaranya Jaja.ID yang menyediakan berbagai kebutuhan barang dan jasa perusahaan, serta Jaja Auto yang berfokus pada armada dan kebutuhan kendaraan operasional.
Melalui keberagaman layanan ini, saya belajar bagaimana unit bisnis memetakan pasar, menjangkau segmen pelanggan yang luas, dan merancang strategi kerja sama strategis dengan mitra bisnis swasta maupun pemerintah.
Dari Riset Pasar hingga Komunikasi Bisnis
Selama magang, saya dipercaya untuk terlibat dalam proses business development. Salah satu tugas utama saya adalah mengidentifikasi dan mendata perusahaan dan kontak invidu yang berpotensi menjadi calon mitra bisnis. Aktivitas ini melatih ketelitian saya dalam menguji profil target pasar serta memahami kebutuhan inventaris dan solusi pengadaan barang instansi.
Tak berhenti di tahap pendataan, saya juga belajar merancang komunikasi bisnis yang efektif. Saya melatih kemampuan menyusun pesan pendekatan (outreach) dan surel profesional untuk memperkenalkan portofolio Jaja Usaha Laku. Di sini saya memahami bahwa reputasi besar harus diimbangi dengan strategi komunikasi yang jelas, persuasif, dan responsif.
Proses penanganan follow up calon mitra juga mengajarkan saya arti penting konsistensi dan kesabaran dalam membangun hubungan bisnis. Tidak semua pendekatan langsung berbuah kerja sama, sehingga kemampuan membaca situasi dan menentukan langkah komunikasi berikutnya menjadi kunci penting.
Menjembatani Teori Bangku Kuliah dan Realitas Lapangan
Sebagai mahasiswa Manajemen, pengalaman magang ini menjadi wadah pembuktian bagaimana teori pengelolaan bisnis, customer relationship, dan pengembangan usaha diimplementasikan secara nyata di lapangan. Peralihan dari ruang kelas ke kultur kerja profesional khas Penerbit Erlangga tentu menuntut adaptasi mulai dari alur kerja yang terstruktur, pemenuhan target harian, hingga koordinasi lintas tim.
Saya belajar bahwa sikap terbuka untuk bertanya, mau menerima masukan, serta berani berdiskusi dengan penyelia dan rekan kerja adalah kunci utama dalam menyelesaikan tantangan pekerjaan.
Bekal Berharga untuk Langkah Selanjutnya
Pengalaman di Jaja Usaha Laku memberikan banyak pelajaran melampaui capaian akademis. Saya menyadari bahwa dunia profesional tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga kedisiplinan, ketelitian, etika komunikasi, dan kemampuan beradaptasi dengan ekosistem industri penerbitan dan bisnis modern.

