Konten dari Pengguna

Desa Cerdas: Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Money+ Untuk Pengelolaan Keuangan

naisyananda80

naisyananda80

saya adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro. Saya memilih jurusan Akuntansi untuk mempersiapkan karir di masa depan. Saat ini saya memasuki semester 7 dan akan menyelesaikan skripsi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari naisyananda80 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pasca Penyuluhan Aplikasi Money+ (Sumber Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pasca Penyuluhan Aplikasi Money+ (Sumber Pribadi)

Angka perceraian di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, Kementerian Agama Republik Indonesia mencatat terdapat 463.654 kasus perceraian. Di balik angka tersebut, terdapat kisah-kisah sedih pasangan yang harus mengakhiri hubungan rumah tangga mereka. Salah satu faktor utama yang sering kali menjadi penyebab utama perceraian adalah masalah ekonomi. Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketidakmampuan dalam perencanaan keuangan yang efektif, dan evaluasi kesehatan keuangan yang tidak dilakukan secara berkala dapat menjadi beban berat yang mengancam keharmonisan rumah tangga. Di sinilah peran penting ibu rumah tangga sebagai pengelola keuangan menjadi sangat krusial dalam mencegah perceraian.

Untuk mengatasi permasalahan ini, penting untuk melakukan evaluasi kesehatan keuangan rumah tangga. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah "Periksa Dompet," yaitu sebuah kegiatan yang melibatkan pencatatan menyeluruh tentang harta, utang, pemasukan, dan pengeluaran. Dalam upaya mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2023/2024 memperkenalkan aplikasi Money+ kepada masyarakat.

Naisya Nanda Pratiwi, salah satu mahasiswa dari Program Studi S1-Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, memimpin inisiatif ini dengan memperkenalkan aplikasi Money+ kepada ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dusun Garongan, Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Pengenalan aplikasi ini dilakukan secara langsung melalui penyuluhan door-to-door, bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pengelolaan keuangan rumah tangga.

Aplikasi Money+ dirancang untuk membantu pengguna dalam mencatat aset dan utang, menyusun anggaran, serta memantau pemasukan dan pengeluaran. Untuk mendukung pengenalan aplikasi ini, tim KKN juga menyusun booklet yang berisi panduan lengkap tentang cara menggunakan aplikasi, termasuk cara mencatat aset dan utang, membuat anggaran, serta melihat analisis kondisi keuangan. Booklet ini diharapkan menjadi alat bantu yang efektif bagi ibu-ibu rumah tangga dalam memahami dan memanfaatkan aplikasi Money+ secara maksimal.

Booklet Desa Cerdas (Sumber Pribadi)

Penyuluhan ini bertujuan untuk menjadikan Desa Sugihmas sebagai Desa Cerdas yang cermat dalam anggaran dan strategi pengelolaan keuangan. Dengan adanya aplikasi Money+ dan panduan yang diberikan, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga mereka. Selain itu, diharapkan pula bahwa langkah ini dapat membantu mencegah terjadinya masalah ekonomi yang berpotensi menyebabkan perceraian, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.

Inisiatif mahasiswa KKN Undip ini merupakan salah satu contoh nyata dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui teknologi dan edukasi keuangan. Dengan pendekatan yang langsung ke masyarakat, diharapkan hasilnya dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan keharmonisan rumah tangga di Desa Sugihmas.

Penulis: Naisya Nanda Pratiwi

Dosen Pembimbing Lapangan: Heri Sugito, S.Si., M.Sc., F.Med.