Konten dari Pengguna

Dampak Rupiah Melemah terhadap Para Pedagang UMKM di Kawasan Alun-Alun Lembang

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naisyifa ardella tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret salah satu sudut lapak pedagang di Alun-Alun Lembang saat proses peliputan tugas lapangan, Senin (01/11/2026) (Foto: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Potret salah satu sudut lapak pedagang di Alun-Alun Lembang saat proses peliputan tugas lapangan, Senin (01/11/2026) (Foto: Dok. Pribadi)

Kawasan Alun-Alun di daerah Lembang selalu menjadi salah satu dinasti yang paling ramai di kunjungi wisatawan maupun warga lokal. Di balik suasananya yang hidup ini, para pelaku Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) ternyata tengah mengalami tekanan ekonomi yang tidak mudah akibat fluktuasi nilai tukar rupiah yang berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tekanan ekonomi ini dirasakan langsung oleh Leni Hasanah, selaku seorang pedagang angkringan di sekitar Alun-Alun Lembang, Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok di pasar saat ini sudah tidak karuan, terutama harga daging ayam dan kemasan plastik. Kondisi tersebut otomatis membuat modal usahanya ikut melambung tinggi.

“Harga-harga di pasar terlebih plastik dan daging ayam lagi mahal gak karuan, modal mau gak mau juga harus naik, udah gitu juga Customer makin berkurang, in this economi lebih mentingin hal yang urgent, makanan yang aku jual kan makanan berat, pasti mereka lebih milih ngolah balik makanannya, di banding milih makanan di luar.” Ujar Leni Hasanah saat ditemui di lapaknya, [Senin /01/11/2026]

Pedagang UMKM angkringan di Alun-Alun Lembang. Senin (01/11/2026) (Foto: Dok. Pribadi)

Menghadapi situasi yang serba sulit ini, Leni Hasanah memilih untuk tidak sembarangan menaikkan harga kepada pembeli. Beliau dengan tetap mempertahankan kualitas dan harga yang stabil selama lonjakan biaya produksi tidak menggerus seluruh keuntungan usahanya. “Buat harga dan kualitas nya aku tetep segitu-gitu aja, selagi lonjakannya gak lebih tinggi dari laba yang aku dapet," Tambahnya.

Senada dengan Leni Hasanah, para pedagang di kawasan ini juga menaruh harapan besar di tengah ketidakpastian situasi ekonomi saat ini. Mereka berharap sektor pariwisata di lembang bisa kembali membaik seperti semula untuk mendongkrak omzet harian para pelaku UMKM.

"Harapan saya, perekonomian di Lembang cepat membaik. Dengan banyaknya tempat wisata di sini, semoga banyak wisatawan main di Lembang, terutama main ke Alun-Alun Lembang. Karena kita kan juga butuh pelanggan, semoga aja banyak pengunjungnya. Kita para pedagang juga tetep semangat dan jangan berhenti berinovatif bikin ide-ide jualan yang menarik pelanggan," ujar Min Syina pelaku pedagang disana mengungkapkan harapan terbaiknya.

Pedagang UMKM Tahu bakso & Dimsum di Alun-Alun Lembang. Senin (01/11/2026) (Foto: Dok. Pribadi)

Meski dihantam tekanan ekonomi dan kenaikan modal produksi, semangat para pedagang UMKM di Alun-Alun Lembang untuk terus bertahan dan kreatif patut di apresiasi karena semangat para UMKM tidak pantang menyerah. Roda perekonomian lokal ini membuktikan bahwa ketahanan warga kecil selalu punya cara tersendiri untuk terus berputar dan bangkit.