Konten dari Pengguna

Menelaah Unsur Intrinsik Prosa Berupa Amanat pada Novel ‘Atheis’

Najiibah

Najiibah

Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Najiibah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pixabay.

Tahukah kamu bahwa prosa memiliki unsur-unsur pembangun? Unsur pembangun dalam prosa terdiri dari dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang membangun dari luar karya sastra. Selain unsur ekstrinsik, prosa juga memiliki unsur intrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur pembangun dari dalam sebuah karya sastra. Unsur ekstrinsik prosa, yaitu biografi pengarang, latar sosial-budaya pengarang, agama pengarang, dan sebagainya, sedangkan unsur intrinsik prosa, yaitu tema, amanat, alur, latar, tokoh dan penokohan, dan sudut pandang. Amanat merupakan salah satu unsur intrinsik yang terdapat pada sebuah prosa. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca yang bersifat mendidik. Amanat dapat disampaikan baik secara langsung (tersurat) maupun secara tidak langsung (tersirat) dalam sebuah cerita dan di balik tema suatu karya sastra.

Unsur intrinsik prosa berupa amanat juga terdapat pada novel Atheis karya Achdijat Karta Mihardja. Novel karya Achdijat ini menceritakan tentang seorang pemuda yang sedari kecil mempelajari ilmu agama dan mempunyai keyakinan yang sangat kuat kepada agama yang dianutnya, tetapi karena lingkungan dan pergaulannya, ia menjadi seorang yang tidak lagi percaya kepada agamanya dan mulai berpikir dengan logika.

Unsur intrinsik berupa amanat yang terdapat pada novel ini menurut saya sangat mendidik. Pesan moral yang disampaikan oleh pengarang mudah untuk diterima dan dipahami oleh pembaca. Berikut amanat yang disampaikan Achdijat dalam novelnya yang berjudul Atheis.

1. Jagalah pergaulan.

Pergaulan adalah lingkungan di sekitar kita. Pergaulan yang baik akan berdampak baik juga pada diri kita, begitu juga sebaliknya, pergaulan yang buruk juga akan berdampak buruk pada diri kita.

2. Teguhlah pada pendirian.

Jangan mudah terhasut dengan omongan orang-orang di sekitar kita. Sebisa mungkin kita harus mencari tahu dulu sebelum kita memercayai sesuatu. Teguhlah pada pendirian diri, apapun pendirianmu sebisa mungkin kamu pertahankan.

3. Ingat nasihat orang tua.

Di mana pun kita, siapa pun kita, kita bukanlah siapa-siapa tanpa orang tua yang telah mendidik kita dari kecil. Hormatilah kedua orang tua kita, dengarkan nasihat orang tua karena orang tua pasti akan memberikan dan mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi orang yang baik.

Itulah amanat yang dapat kita ambil dari novel Atheis karya Achdijat Karta Mihardja. Semoga amanat yang kita dapatkan dari novel Atheis dapat kita terapkan pada kehidupan sehari-hari.