Meninjau Keterkaitan Antara Sastra dan Siswa di Sekolah

Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Najiibah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti judulnya, antara sastra dan siswa mempunyai keterkaitan. Pembelajaran sastra di sekolah merupakan salah satu pelajaran yang penting dan harus dipelajari karena memiliki kontribusi positif bagi perkembangan kreativitas siswa.
Tahukah kamu bahwa sastra memberikan tiga pokok kemampuan belajar? Terdapat tiga pokok kemampuan belajar secara mekanisme pada pembelajaran sastra di sekolah, yaitu kemampuan afektif, kemampuan kognitif, dan kemampuan psikomotorik. Kemampuan afektif adalah kemampuan yang berkaitan dengan emosi, kemampuan kognitif adalah kemampuan yang berdasarkan pada pikiran atau pengetahuan, dan kemampuan psikomotorik adalah kemampuan yang mengatur sisi kejiwaan untuk menghadapi beberapa persoalan.
Selain dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan belajar siswa, pelajaran sastra di sekolah mempunyai manfaat lain bagi siswa. Apa saja manfaat itu? Mari kita bahas lebih lanjut.
Pertama, menambah wawasan. Pembelajaran sastra di sekolah dapat menambah wawasan dan pemahaman para siswa tentang kebudayaan yang ada di Indonesia, serta memahami kehidupan di Indonesia.
Kedua, sebagai pendidikan karakter. Dengan belajar sastra di sekolah, siswa mendapatkan pendidikan karakter, yaitu sastra dapat digunakan sebagai media pembentukan watak siswa, mempengaruhi siswa, dan memberikan pesan-pesan moral secara eksplisit maupun implisit. Pembentukan moral siswa bisa dengan cara mengapresiasi novel, cerpen, dan cerita rakyat.
Ketiga, nilai-nilai positif. Nilai-nilai positif yang diberikan dari pembelajaran sastra di sekolah adalah nilai kejujuran, kekeluargaan, kebaikan, ketulusan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan karakter yang bisa diterapkan pada peserta didik atau siswa.
Nah, dari ketiga manfaat di atas, ada beberapa faktor yang menghasilkan ketiga manfaat di atas dari pembelajaran sastra di sekolah. Faktor-faktor ini menjadi kunci keberhasilan dari pembelajaran sastra yang memberikan manfaat. Faktor apa sajakah itu? Mari kita bahas.
1. Faktor Kurikulum
Kurikulum menjadi faktor keberhasilan pembelajaran sastra di sekolah. Kurikulum digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan. Dengan adanya kurikulum, maka pembelajaran akan lebih terarah. Kurikulum memegang peranan yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Sekolah memiliki persentase lebih besar atas pelaksanaan pendidikan. Sekolah harus tanggap menanggapi tuntutan masyarakat dan pemerintah sebagai sarana pembentukan kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini, pengajaran sastra di sekolah harus merujuk pada keadaan masyarakat. Pembelajaran dan pengajaran harus melibatkan para siswa agar aktif dalam aktivitas mereka dan mengaitkannya pada kehidupan mereka sehari-hari.
2. Faktor Guru
Faktor kedua sebagai kunci keberhasilan pembelajaran sastra adalah guru. Guru diharapkan mampu memberikan ilmu dan menjadi fasilitator bagi pembelajaran sastra di sekolah. Guru harus dapat memotivasi siswanya untuk semangat dan menghasilkan kreativitas dalam pembelajaran sastra. Guru harus mengetahui karakteristik dari masing-masing peserta didik atau siswa. Guru juga dapat mengembangkan tujuan dari pembelajaran dengan pengetahuan, pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan guru terhadap bidang studi, dalam hal ini pembelajaran sastra dan pengetahuan guru terhadap sistem tindakan, seperti mengatur dan mengevaluasi peserta didik.
3. Faktor Peserta Didik atau Siswa
Faktor selanjutnya adalah faktor peserta didik. Setiap siswa perlu adanya bimbingan dan pembelajaran di sekolah dari guru. Pada saat ini kebanyakan peserta didik merasa bahwa pelajaran sastra itu tidak penting, mereka menganggap pelajaran sastra itu membosankan, sehingga membuat peserta didik kurang semangat dan minat terhadap pembelajaran sastra. Hal ini perlu dibenahi, sekolah dan guru harus lebih kreatif dalam memberikan pembelajaran sastra di sekolah, misalnya dengan mengadakan pameran sastra, membuat suatu acara seminar bertemakan sastra, dan membuat ekstrakurikuler yang berbau sastra. Hal tersebut dapat menjadi salah satu cara meningkatkan minat dan semangat siswa untuk belajar sastra di sekolah.
4. Faktor Sarana dan Prasarana
Faktor terakhir dalam keberhasilan pembelajaran sastra di sekolah adalah faktor sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana juga merupakan penentu keberhasilan pembelajaran. Dengan sarana dan prasarana yang tidak memadai membuat guru serta siswa merasa kesulitan dalam pembelajaran. Ini harus menjadi perhatian seluruh elemen pendidikan untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sebagai penunjang pembelajaran di sekolah. Salah satu sarana dan yang penting dimiliki adalah buku di perpustakaan, dalam hal ini buku sastra. Jika buku sastra tidak memadai di sekolah, maka guru akan kesulitan untuk memberikan pengetahuan karena media yang biasa digunakan guru dalam proses pengajaran adalah buku.
Siapa yang masih malas-malasan dan tidak bersemangat belajar sastra? Kalau faktor yang dibutuhkan sudah memadai, saya yakin kalian akan semangat. Belajar sastra itu asyik, loh. Apalagi banyak manfaatnya. Wah, pasti tambah semangat.
Tinjauan Pustaka
Gulo, Yahurdi Siansi. 2018. Peran Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Karya Sastra di Sekolah Tingkat Dasar. Vol V, No. 1. https://osf.io/qsuyj. Diakses pada 28 September 2021.
Hidayat, Arif. 2009. Pembelajaran Sastra di Sekolah. Vol 14, No. 2. http://www.ejournal.iainpurwokerto.ac.id. Diakses pada 28 September 2021.
