Relevansi Puisi Sapardi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Najiibah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi memiliki makna yang tersirat di dalamnya. Banyak puisi mengandung arti yang mendalam. Makna dalam puisi banyak sekali yang berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti makna dalam puisi “Ajaran Hidup” karya Sapardi Djoko Damono yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Makna yang terkandung pada puisinya itu mengingatkan kita akan kematian yang bisa saja datang secara tiba-tiba.
Sapardi Djoko Damono atau yang kerap dipanggil dengan SDD adalah seorang pujangga asal Indonesia. Sapardi Djoko Damono memiliki banyak karya puisi. Salah satu karyanya, yaitu puisi “Ajaran Hidup”. Apa saja makna yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dari puisinya itu? Mari kita bahas.
Ajaran Hidup
Oleh: Sapardi Djoko Damono, 1992.
Hidup telah mendidikmu dengan keras
Agar bersikap sopan
Misalnya buru-buru melepaskan topi
Atau sejenak menundukkan kepala
Jika ada jenazah lewat
Hidup juga telah mengajarmu merapikan
Rambutmu yang sudah memutih
Membetulkan letak kacamatamu
Dan menggumamkan beberapa larik doa
Jika ada jenazah lewat
Agar masih dianggap menghormati
Lambang kekalahannya sendiri
Relevansi Makna Puisi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Berikut relevansi makna puisi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita ambil dari puisi “Ajaran Hidup” di atas.
1. Hidup memiliki aturan.
Puisi “Ajaran Hidup” mengajarkan kita bahwa dalam kehidupan memiliki aturan. Aturan-aturan dalam hidup itu salah satunya adab yang harus kita lakukan setiap kali kita melihat kematian di depan kita, seperti dalam isi puisinya yang berbunyi “Hidup telah mendidikmu dengan keras agar bersikap sopan misalnya buru-buru melepaskan topi atau sejenak menundukkan kepala jika ada jenazah lewat”. Bait tersebut menjelaskan bahwa kita harus menghormati dan ikut berbelasungkawa jika ada kematian.
2. Memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Puisi SDD yang berjudul “Ajaran Hidup” mengajarkan kita dalam kehidupan sehari-hari untuk senantiasa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik karena kematian sudah pasti akan terjadi dan kita tidak mengetahui kapan kematian itu datang kepada kita. Kita harus selalu berbuat baik dan selalu berdoa kepada-Nya. Dari puisi itu kita diajarkan untuk mempersiapkan diri menuju kematian di mana pun kita berada karena kita makhluk ciptaan Tuhan yang tidak kekal dan kekekalan yang abadi hanya milik Tuhan.
Itulah makna puisi “Ajaran Hidup” karya Sapardi Djoko Damono yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Semoga makna yang diambil bisa mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik dalam setiap aturan kehidupan dan dapat memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
