KKNT Keamanan Pangan IPB Tingkatkan Literasi Pelaku Usaha di Desa Cihideung Udik
Tulisan dari Najla Mufidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bogor, Agustus 2026 - Keamanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia. Seiring berkembangnya usaha mikro dan industri rumah tangga pangan, penerapan higiene sanitasi, pengendalian bahaya pangan, serta praktik produksi yang baik menjadi aspek yang perlu terus diperkuat. Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program edukasi dan pendampingan agar produk pangan yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, mutu, dan kualitas.
Sejalan dengan upaya tersebut, mahasiswa tim KKNT Keamanan Pangan IPB University 2026 Desa Cihideung Udik yang dibimbing langsung oleh BPOM melaksanakan rangkaian program Rujak Pangan Desa dan Sate Pangan di Desa Cihideung Udik yang dimulai pada Juli 2026. Program ini diawali dengan identifikasi kondisi usaha melalui wawancara dan pendataan, kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai higiene sanitasi, bahaya pangan, dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT).
Sebagai tahap awal, mahasiswa melaksanakan program Rujak Pangan Desa (Rangkuman Usaha dan Jejak Keamanan Pangan Desa) pada 13-19 Juli 2026. Program ini dilakukan melalui kegiatan wawancara dan pendataan terhadap pelaku usaha pangan yang meliputi industri rumah tangga pangan (IRTP), usaha pangan siap saji, dan ritel pangan. Kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi jenis usaha, kondisi awal, serta kebutuhan pendampingan keamanan pangan sehingga diperoleh gambaran mengenai profil usaha pangan di Desa Cihideung Udik sebagai dasar penyusunan program pendampingan selanjutnya.
Informasi yang diperoleh melalui Rujak Pangan kemudian menjadi dasar pelaksanaan program Sate Pangan (Sosialisasi Aman, Terampil, dan Edukatif Pangan) pada 20-26 Juli 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai prinsip-prinsip keamanan pangan, higiene sanitasi, bahaya pangan, serta penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT). Kegiatan dikemas dalam bentuk sosialisasi yang dilengkapi dengan pre-test, post-test, simulasi, serta diskusi interaktif sehingga para pelaku usaha tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya.
Pendekatan yang diawali dengan identifikasi kondisi usaha kemudian dilanjutkan dengan edukasi menjadi salah satu bentuk pendampingan yang lebih efektif dibandingkan penyampaian materi secara umum. Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat menyesuaikan materi dengan kondisi masing-masing pelaku usaha, sementara pelaku usaha memperoleh pemahaman yang lebih relevan terhadap permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari. Pendekatan ini juga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dalam penerapan keamanan pangan di tingkat usaha.
Rangkaian kegiatan Rujak Pangan Desa dan Sate Pangan menjadi langkah awal dalam membangun budaya keamanan pangan di Desa Cihideung Udik. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKNT Keamanan Pangan, BPOM, pemerintah desa, dan pelaku usaha, diharapkan tercipta ekosistem usaha pangan yang semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga aman dikonsumsi dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal.

