Konten dari Pengguna

Belanja Online: Melampaui Batas Ruang dan Waktu, Memenuhi Kebutuhan dengan Mudah

Najlaa Chairinna Hyndrawan

Najlaa Chairinna Hyndrawan

Mahasiswa FIKOM Universitas Padjadjaran

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Najlaa Chairinna Hyndrawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.bing.com/images/create?FORM=GENILP
zoom-in-whitePerbesar
https://www.bing.com/images/create?FORM=GENILP

Era digital telah mengantarkan masyarakat pada era baru dalam berbelanja, yaitu era belanja online. Di era digital saat ini, berbelanja dari toko online sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Lonjakan nilai transaksi e-commerce di Indonesia sendiri menjadi bukti nyata betapa populernya belanja online saat ini.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya memperkirakan nilai transaksi e-commerce sebesar Rp 533 triliun pada tahun 2023. Terbaru, BI menurunkan perkiraannya menjadi Rp 474 triliun sepanjang tahun 2023. Sementara itu, nilai transaksi e-commerce diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,8% menjadi Rp487 triliun pada tahun 2024 dan 3,3% menjadi Rp503 triliun pada tahun 2025.

Lonjaknya popularitas belanja online ini tidak lepas dari berbagai kelebihan yang ditawarkan dan membuat banyak orang tertarik. Seperti berdasarkan wawancara saya bersama 5 narasumber. Dari wawancara ini terungkap bahwa kemudahan dan kenyamanan yang diberikan menjadi daya tarik utama mereka untuk belanja online, seperti:

  • Berbelanja online dapat menghemat waktu dan tenaga karena konsumen tidak perlu pergi ke toko. Mereka dapat berbelanja dari mana saja dan kapan saja, tanpa terikat jam buka tutup toko.

  • Dapat menjelajahi berbagai toko dan membandingkan harga serta mencari ragam produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen secara efisien.

  • Beragam promo dan diskon menarik yang kerap ditawarkan oleh toko online membuat belanja online semakin terjangkau dan menguntungkan.

  • Kemudahan dalam proses pembayaran, seperti transfer bank, kartu kredit, dan e-wallet, membuat transaksi belanja online semakin praktis dan aman.

  • Terdapat ulasan dari pembeli lain yang dapat menjadi acuan bagi konsumen untuk mengetahui kualitas produk dan layanan toko online.

Meskipun beberapa narasumber pernah mengalami pengalaman buruk seperti produk yang tidak sesuai, rusak, bahkan penjual yang kurang responsif, mereka tetap merasakan kepuasan karena belanja online membuat mereka lebih hemat waktu dan tenaga.

Analisis ini sejalan dengan konsep dan teori yang disajikan dalam tinjauan literatur belanja online. Teori Uses and Gratification menjelaskan bahwa konsumen menggunakan platform e-commerce untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dan memperoleh manfaat yang berbeda seperti kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi.

Data yang dianalisis juga menunjukkan bahwa belanja online telah melintasi batas ruang dan waktu, sehingga memenuhi kebutuhan konsumen dengan mudah dan nyaman. Belanja online memungkinkan kita untuk berbelanja dari mana saja dan kapan saja. Kita tidak lagi terikat pada jam buka toko atau lokasi geografis toko. Dengan koneksi internet dan perangkat seluler, kita dapat menjelajahi berbagai macam produk dari toko online di seluruh dunia. Karena kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkannya, belanja online terus berkembang dan menjadi pilihan utama banyak orang di seluruh dunia.

DAFTAR PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Pustaka. (n.d.). IAIN Kudus Repository. Retrieved June 24, 2024, from http://repository.iainkudus.ac.id/9719/5/05%20BAB%20II.pdf

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Uses and Gratification Teori ini mulai berkembang pada tahun 1940, yakni ketika sejum. (n.d.). Repository UIN Suska. Retrieved June 24, 2024, from https://repository.uin-suska.ac.id/15923/7/7.%20BAB%20II.pdf

Hergianti, H. (n.d.). 25 BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1 Belanja Online Belanja online (online shopping) adalah proses dimana konsumen secara langsung membel. Retrieved June 24, 2024, from https://e-journal.uajy.ac.id/10942/4/3TF07056.pdf

Kemendag Ramal Transaksi E-Commerce di RI Tembus Rp533 Triliun. (2024, January 5). Kementerian Perdagangan. Retrieved June 24, 2024, from https://www.kemendag.go.id/berita/pojok-media/kemendag-ramal-transaksi-e-commerce-di-ri-tembus-rp533-triliun