Konten dari Pengguna

Aksi Nyata, Museum Kolong Tangga Ajak Anak-Anak Mengenal Pendidikan Alternatif

Najla Rieza

Najla Rieza

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Najla Rieza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa koleksi mainan Museum Mainan Kolong Tangga. Foto: Instagram Museum Kolong Tangga
zoom-in-whitePerbesar
Beberapa koleksi mainan Museum Mainan Kolong Tangga. Foto: Instagram Museum Kolong Tangga

Museum Pendidikan dan Mainan Anak Kolong Tangga, beberapa dari kalian mungkin ada yang sudah tidak asing dengan tempat ini atau mungkin ada yang baru mendengar mengenai museum ini.

Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga adalah museum mainan anak pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berada di Yogyakarta. Tak hanya mainan tempat ini juga memamerkan berbagai alat permainan, topeng, buku, pakaian, hingga karya anak-anak. Museum ini juga merupakan tempat yang memberikan pendidikan alternatif kepada anak-anak melalui mainan dan permainan zaman dulu.

Sang pendiri Rudi Corens merupakan seniman berkebangsaan Belgia yang sudah lama menetap di Yogyakarta. "Museum ini dibuat karena beliau menyukai dunia anak serta melihat banyak anak-anak di Yogyakarta yang belum mengetahui apa itu pendidikan alternatif atau pembelajaran selain yang ada di ruang kelas," Ujar Atha, selaku sekretaris dan relawan Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga. Atha menambahkan bahwa pendidikan alternatif termasuk pengembangan karakter, kreativitas, serta berpikir di luar otak atau out of the box itu belum banyak dikenal sehingga dibuatlah museum ini.

Dengan melihat kondisi pendidikan di Yogyakarta serta ingin membuat wahana untuk bermain sekaligus belajar membuat pak Rudi menyumbangkan koleksinya dan membentuk Yayasan Dunia Damai kemudian membuka museum ini.

Ide serta relawan untuk museum ini sudah direncanakan sejak tahun 2007. Kemudian tahun 2008 baru museum tersebut diresmikan. Untuk koleksi mainan pada museum ini berawal dari koleksi pribadi pak Rudi yang berjumlah 5.000 objek, museum menjadi ruang kelas untuk belajar pendidikan alternatif melalui mainan dan permainan zaman dulu. Saat ini koleksi museum sudah mencapai 22.000 objek namun, beberapa kumpulan mainan di museum ada beberapa yang didapatkan dari donasi dan beli.

Anak-anak sedang berkreasi menggunakan bahan alam dan barang bekas. Foto: Instagram Museum Kolong Tangga

Untuk mengajak anak-anak mengenal pendidikan alternatif, Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga juga mengadakan workshop dengan datang ke sekolah-sekolah atau mengadakan event sendiri. Rangkaian workshop ada yang dilakukan indoor dan outdoor. Untuk outdor anak-anak diajak bermain di luar ruangan seperti bermain permainan tradisional, sementara indoor anak-anak diajak untuk berkreasi menggunakan bahan-bahan alam dan barang-barang bekas.

Museum ini juga mempunyai program yang konsisten dijalankan, yang dinamai Perpustakaan Burung Biru. Program ini memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan alternatif dengan konsep yang menyenangkan, meningkatkan minat literasi anak, memperkenalkan objek Museum Kolong Tangga kepada anak-anak, serta mengasah kepekaan anak-anak terhadap fenomena sosial budaya di lingkungan sekitar. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap akhir pekan, di mana anak-anak akan didampingi oleh relawan Museum Kolong Tangga

Sayangnya saat ini museum tidak dapat dikunjungi karena sedang tutup sementara akibat adanya perpindahan lokasi tetapi, jangan bersedih karena mereka tetap melakukan program Perpustakaan Burung Biru dan workshop. Harapannya semoga Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga dapat beroperasi kembali agar bisa menyelenggarakan acara yang berfokus di museum, sehingga anak-anak bisa sekaligus belajar dari koleksi museum.