AIA-BCA Luncurkan Prestige Pro, Asuransi Berdenominasi USD untuk Nasabah Premium

AIA Financial bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan Prestige Pro, produk yang dirancang untuk kebutuhan proteksi dan perencanaan warisan atau legacy nasabah.
Produk ini hadir dalam denominasi dolar Amerika Serikat (USD) dan menyasar nasabah segmen premium yang membutuhkan diversifikasi aset dalam lebih dari satu mata uang.
Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, menyatakan perencanaan keuangan nasabah dengan kekayaan tinggi atau high net worth (HNW) kini tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan aset.
"Melalui Prestige Pro, kami ingin menjadi mitra finansial yang terpercaya, yang mendampingi nasabah dalam setiap tahap kehidupan, membantu mereka melindungi apa yang paling berharga, serta mewujudkan legacy yang dapat terus memberikan manfaat lintas generasi," kata Harsya dalam peluncuran Prestige Pro AIA-BCA di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (2/10).
Harsya memaparkan, berdasarkan Agility Wealth Lens 2026 Indonesia Report, sejumlah tujuan seperti keberlanjutan bisnis, kebebasan finansial, kesehatan, kesejahteraan, serta persiapan masa pensiun menjadi bagian dari prioritas finansial kelompok HNW.
Menurutnya, berbagai kebutuhan tersebut pada akhirnya berkaitan dengan upaya menciptakan keberlanjutan bagi keluarga, pekerja, komunitas, maupun orang-orang yang menjadi bagian dari kehidupan nasabah. Warisan yang ingin diteruskan pun tidak hanya berupa aset finansial, tetapi dapat mencakup bisnis dan berbagai aset lainnya.
"Hari ini kami memperkenalkan Prestige Pro sebagai bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dalam membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik," ucap Harsya.
Sementara itu Direktur BCA, Haryanto Budiman, mengatakan penggunaan denominasi USD pada Prestige Pro menjadi salah satu bagian penting dari produk ini.
Menurutnya, kebutuhan diversifikasi aset nasabah premium tidak hanya dilakukan melalui berbagai instrumen, tetapi juga dapat ditempuh dengan memiliki aset dalam mata uang yang berbeda.
"Ini memungkinkan kita (BCA) untuk memiliki cost of fund, savings account, giro, dan tabungan yang pertumbuhannya pasti baik, karena nasabah bertransaksi satu sama lain," jelas Haryanto dalam kesempatan yang sama.
Haryanto menilai, produk Prestige Pro berkaitan erat dengan dua pilar dalam pengelolaan kekayaan, yakni proteksi serta legacy atau pengalihan aset kepada generasi berikutnya. BCA pun menyambut baik peluncuran produk ini setelah melalui proses persetujuan regulator.
"Jadi kami berharap mudah-mudahan produk ini bisa memenuhi kebutuhan dari nasabah kita, khususnya di segmen premium, karena untuk segmen premium, nasabah membutuhkan diversifikasi aset, bukan hanya di satu mata uang, tapi di mata uang yang lain," ucap Haryanto.
Layanan asuransi Wealth Prestige Protection (Prestige Pro) menawarkan perlindungan jiwa maksimal hingga usia 99 tahun dengan Uang Pertanggungan (UP) mencapai 250 persen yang tersedia dalam mata uang dolar AS (USD).
Produk ini hadir dengan dua pilihan plan yang fleksibel, yaitu Plan Flex yang memberikan manfaat hidup hingga 50 persen mulai tahun polis ke-16 atau saat nasabah berusia 60 tahun, serta Plan Prime untuk perlindungan jiwa menyeluruh dengan manfaat 100 persen uang pertanggungan.
