AS Sebut China Komitmen Impor 10 Juta Ton Batu Bara untuk 2027 dan 2028

Gedung Putih Amerika Serikat (AS) menyatakan China menyepakati untuk mengimpor sekurang-kurangnya 10 juta metrik ton batu bara dari Amerika Serikat (AS) pada tahun 2027 dan 2028. Keputusan ini menjadi sinyal meredakan gesekan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.
Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (26/9), kedua belah pihak juga akan mengupayakan penerapan tarif yang lebih menguntungkan untuk barang-barang non-sensitif senilai USD 30 miliar atau sekitar Rp 537 triliun (kurs Rp 17.903) dari masing-masing negara. Berdasarkan keterangan resmi Gedung Putih, kesepakatan ini dicapai di bawah payung Dewan Perdagangan AS-China yang baru saja beroperasi.
Produk-produk AS yang berhak menerima tarif preferensial mencakup komoditas pertanian, hasil laut, kayu, kosmetik, hingga peralatan medis. Sementara itu, barang konsumen asal China yang masuk dalam kesepakatan ini meliputi peralatan rumah tangga skala kecil, mainan, dekorasi hari raya, serta kursi keselamatan anak.
Kedua negara itu juga membentuk kelompok kerja yang difokuskan untuk mengatasi hambatan akses pasar di sektor pertanian, sebuah bidang yang sejak lama menjadi isu sentral dalam negosiasi perdagangan bilateral.
Kemudian di luar kesepakatan, Washington dan Beijing membentuk Dewan Investasi yang bertujuan untuk membahas peluang investasi serta menyelesaikan berbagai hambatan yang berkaitan dengannya. Kedua pihak menyatakan akan terus menindaklanjuti perhatian AS mengenai kelangkaan rantai pasok yang melibatkan tanah jarang dan mineral kritis lainnya, merujuk pada pernyataan tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Xi untuk meningkatkan produksi produk olahan minyak bumi demi membantu menstabilkan pasokan global. Kedua pemimpin negara itu juga sepakat untuk melanjutkan dialog terkait teknologi mutakhir, dengan agenda pertukaran pandangan berikutnya mengenai kecerdasan buatan (AI) yang dijadwalkan paling lambat pada bulan November.
