Kumparan Logo

IHSG Diproyeksi Variatif, Pasar Cermati Data Cadangan Devisa RI-Neraca Dagang AS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bervariasi pada Senin (6/7). Sebelumnya, IHSG berakhir di zona merah, dengan ditutup menguat 131,22 poin atau 2,26 persen ke 5.875,78 pada penutupan perdagangan Jumat (3/7). Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG pada Jumat (3/7) berbarengan dengan mayoritas indeks bursa global yang juga ditutup menguat. Menurutnya, hal ini merupakan faktor positif dari harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menunda kenaikan suku bunga. “Selain itu berlanjutnya koreksi harga minyak mentah juga meredam kekhawatiran akan menguatnya laju inflasi akibat kenaikan harga energi,” tulis Phintraco Sekuritas melalui risetnya, dikutip Senin (6/7). Dari domestik, investor dinilai akan mencermati data cadangan devisa yang akan dirilis pada Selasa (7/7), indeks keyakinan konsumen pada Rabu (8/7), data penjualan ritel dan penjualan sepeda motor pada Kamis (9/7), serta penjualan mobil pada Jumat (10/7). Koreksi harga minyak dan rebound harga emas diperkirakan masih menjadi faktor positif pada awal pekan ini. “Diperkirakan IHSG berpotensi uji level psikologis 6.000 pada awal pekan ini,” tulis Phintraco. Selain itu, investor akan mencermati data FOMC minutes untuk mengungkapkan pandangan pejabat The Fed yang terbelah mengenai kebijakan moneter, diikuti oleh dirilisnya data ISM Services PMI, existing home sales, dan neraca perdagangan AS. Phintraco Sekuritas pun merekomendasikan saham-saham seperti ASII, DSSA, AVIA, NCKL, EMAS dan ELSA untuk diperhatikan Senin (6/7). Di sisi lain, analis MNC Sekuritas melihat penguatan pada Jumat (3/7) masih didominasi oleh volume pembelian, namun penguatannya tertahan oleh MA20. Dalam timeframe secara mingguan, IHSG terkoreksi 0,35 persen dan masih didominasi oleh tekanan jual. Oleh karena itu, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam. “Sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540. Namun, cermati skenario merah di mana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya. Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham AVIA, JPFA, MLPL, dan PSAB untuk diperhatikan sepanjang Senin (6/7). — Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu