Kumparan Logo

Investasi KEK Tembus Rp 353 T Hingga Kuartal I 2026, Serap 260 Ribu Tenaga Kerja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KEK Sanur. Foto: Kementerian BUMN
zoom-in-whitePerbesar
KEK Sanur. Foto: Kementerian BUMN

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan investasi. Secara kumulatif hingga triwulan I 2026, realisasi investasi di seluruh KEK telah mencapai sekitar USD 19,7 miliar atau setara Rp 353 triliun.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan capaian investasi tersebut berasal dari 471 entitas bisnis yang beroperasi di 25 KEK di berbagai wilayah Indonesia. Investasi itu juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 260.000 tenaga kerja.

“Hingga kuartal pertama tahun 2026, KEK di Indonesia secara kumulatif merealisasikan investasi sebesar Rp 353 triliun, saya rasa sekitar USD 19,7 miliar. Investasi tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 260.000 pekerja dan menarik 471 entitas bisnis yang beroperasi di 25 KEK di seluruh negeri,” kata Susi dalam penandatangan MoU dengan IIM Bangalore di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Susi menjelaskan, sejumlah KEK kini mengajukan perluasan kawasan seiring tingginya tingkat pemanfaatan lahan yang telah mencapai kapasitas maksimal. Tiga kawasan industri manufaktur yang tengah mengusulkan ekspansi tersebut meliputi KEK Gresik di Jawa Timur, KEK Kendal di Jawa Tengah, serta KEK Galang Batang di Kepulauan Riau.

“Contoh di tiga KEK industri manufaktur, kemarin kita ambil contoh yang di KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang. Ketiga KEK tersebut saat ini sedang kita proses untuk mengajukan perluasan kawasan. Jadi ada permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan, rata-rata dua kali lipat yang ada sekarang,” ucap Susi.

Peresmian Operasi Smelter PTFI di Smelter PTFI, Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated and Industrial Port Estate (KEK JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/6/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rizal Hanafi

Ia menjelaskan, sebagian besar kawasan KEK saat ini telah beroperasi dengan tingkat pemanfaatan yang maksimal atau full utilized. Akibatnya, sejumlah calon investor yang telah mengantre belum dapat masuk ke kawasan tersebut. Untuk mengakomodasi permintaan investasi yang terus meningkat, pemerintah tengah menyiapkan perluasan lahan sekaligus pengembangan sejumlah kawasan KEK.

Menurut Susi, tingginya jumlah entitas bisnis yang beroperasi di kawasan ekonomi khusus menunjukkan bahwa minat investor, terutama di sektor manufaktur, masih sangat kuat.

“Hampir semua KEK mengajukan, khususnya yang industri manufaktur besar, mengajukan permohonan perluasan dan sudah mengkonfirmasi potensi untuk investasi, kalau nggak salah kemarin Rp 846 triliun dalam beberapa tahun di depan,” sebut Susi.

“Artinya iklim investasi di Indonesia masih sangat kondusif, dan masih sangat menarik bagi investasi secara langsung, foreign direct investment, khususnya di industri manufaktur,” lanjutnya.