Kapal Raksasa Pengangkut Kendaraan Uji Sandar di Patimban, Bawa 1.101 Truk

MV Blanco Ace, kapal raksasa pengangkut kendaraan, menjalani uji coba sandar di Dermaga Kendaraan Paket 5: Car Terminal Construction di Pelabuhan Patimban pada Selasa (18/8).
Kapal berjenis Pure Car Carrier (PCC) berbendera Panama tersebut memiliki panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 199,96 meter, tonase kotor sekitar 72.700 GT, dan mampu mengangkut hingga 5.906 unit kendaraan.
Kepala KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, mengatakan penggunaan MV Blanco Ace dalam uji coba tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kemampuan fasilitas yang dibangun melalui Paket 5 dalam melayani kapal pengangkut kendaraan berukuran dan berkapasitas besar.
“Seluruh rangkaian uji coba sandar/lepas dan olah gerak MV Blanco Ace dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar. Kapal dengan kapasitas hampir 6.000 kendaraan ini menjadi kapal kendaraan terbesar yang sejauh ini pernah sandar di Pelabuhan Patimban,” ujar Arief melalui keterangannya, Rabu (19/8).
MV Blanco Ace sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Hambantota dan tiba di Pelabuhan Patimban pada Selasa (18/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Kapal kemudian melakukan proses sandar sekitar pukul 09.00 WIB.
Selama berada di Pelabuhan Patimban, kapal tersebut melakukan bongkar muat sebanyak 1.101 unit truk. Setelah itu, MV Blanco Ace dijadwalkan meninggalkan Patimban pada Rabu, 19 Agustus, untuk meneruskan perjalanan menuju Singapura.
Uji coba tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengujian kemampuan Dermaga Kendaraan Paket 5 dalam menangani proses sandar, lepas sandar, serta olah gerak kapal.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan manuver kapal dan menjadi salah satu tahapan pemenuhan persyaratan sebelum dermaga memperoleh persetujuan untuk dioperasikan.
Pelaksanaan uji coba dilakukan setelah pekerjaan fisik Paket 5: Car Terminal Construction, Patimban Port Development Project rampung. Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan Pelabuhan Patimban yang dilakukan Kementerian Perhubungan.
Hasil pengujian menunjukkan MV Blanco Ace mampu bermanuver menuju Dermaga Kendaraan Paket 5 dan merapat sesuai posisi yang telah ditentukan. Sejumlah fasilitas pendukung dermaga, termasuk fender dan bollard, juga berfungsi dengan baik.
Setelah seluruh rangkaian uji coba berakhir, kondisi fisik dermaga tetap terjaga. Berdasarkan pemeriksaan secara visual, tidak ditemukan indikasi kerusakan maupun deformasi pada fasilitas dermaga akibat pelaksanaan uji coba.
Dermaga Kendaraan Paket 5 dibangun dengan tipe wharf/quay berukuran 33 meter x 381,4 meter. Dermaga tersebut memiliki kedalaman kolam -14 meter LWS dan dirancang untuk melayani kapal pengangkut kendaraan atau Pure Car Carrier. Fasilitas tersebut dilengkapi, antara lain, dengan fender tipe SPC 1000H serta bollard berkapasitas 1.000 kN.
Arief menyatakan, uji coba sandar dan olah gerak kapal tersebut menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui dalam proses menuju pengoperasian Dermaga Kendaraan Paket 5. Setelah pembangunan fisik selesai, masih terdapat sejumlah tahapan administratif dan proses serah terima fasilitas yang harus diselesaikan oleh pihak-pihak terkait sesuai kewenangannya.
“Uji coba hari ini menjadi salah satu bagian dari tahapan tersebut sebelum fasilitas nantinya dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban,” ucap Arief.
Dalam penyelenggaraan Pelabuhan Patimban yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), fasilitas yang dibangun melalui Paket 5 selanjutnya akan dipersiapkan untuk diserahterimakan kepada PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) sebagai Badan Usaha Pelaksana KPBU Pelabuhan Patimban.
Setelah proses tersebut, fasilitas akan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan terminal kendaraan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Arief menilai, penambahan fasilitas terminal kendaraan melalui Paket 5 merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas layanan Pelabuhan Patimban, terutama seiring meningkatnya aktivitas kapal dan arus.
Menurutnya, keberhasilan uji sandar tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan fasilitas Paket 5 untuk mendukung peningkatan pelayanan terminal kendaraan ke depannya.
“Seluruh proses tetap kami lakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” tutur Arief.
KSOP Kelas II Patimban bersama para pemangku kepentingan terkait akan melanjutkan proses penyelesaian seluruh tahapan pengembangan Pelabuhan Patimban sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
