Kumparan Logo

Menkop Pastikan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Agen LPG dan Pupuk Subsidi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Rakornas dalam Kementerian Koperasi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Rakornas dalam Kementerian Koperasi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan penyaluran barang bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan agen LPG dan pupuk subsidi yang telah beroperasi.

Katanya, penyaluran tersebut akan diatur lebih lanjut oleh kementerian teknis dan sesuai arahan Presiden, barang-barang bersubsidi nantinya akan disalurkan langsung kepada masyarakat.

“Penyaluran barang-barang bersubsidi ini juga akan memperkuat apa namanya revenue streaming,” ucap Ferry kepada wartawan dalam acara Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (16/7).

Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan masukan dari Komisi VI DPR RI agar dapat menyusun studi kelayakan bisnis, sehingga penyaluran barang bersubsidi yang dipadukan dengan berbagai kegiatan usaha lainnya dapat meningkatkan proyeksi pendapatan sekaligus memperkuat model bisnis Kopdes Merah Putih.

“Model usaha yang akan menjadikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini secara kelayakan usahanya makin mantap,” sebut Ferry.

Pekerja menyusun tabung gas elpiji tiga kilogram yang akan disalurkan ke pangkalan-pangkalan penjualan disalah satu agen LPG. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Ia pun memastikan kebijakan tersebut tidak akan mematikan agen atau pangkalan yang sudah ada, dengan menegaskan mekanisme penyalurannya akan diatur.

“Ya, dikurangin adalah jangan semuanya, kan, koperasi, kan, jumlahnya ada ribuan agen, ada belasan atau puluhan ribu pangkalan. Ya, itu, kan, nanti bisa diatur,” ucap Ferry.

Kemudian, ia menekankan Kopdes Merah Putih nantinya akan berstatus sebagai pangkalan. Dengan status ini, koperasi dapat menjual barang bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau kepada warung, pasar tradisional, maupun masyarakat di desa.

“Kita bisa jual ke warung, ke pasar tradisional atau yang ada di desa itu dengan harga yang lebih murah, dan jumlah tabung yang lebih sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di desa itu,” jelas Ferry.

Sebelumnya, Menkop Ferry mengungkap Presiden Prabowo Subianto memanggil para menteri untuk membahas operasional Kopdes Merah Putih. Salah satu agenda yang akan dibahas adalah mekanisme penyaluran barang-barang subsidi melalui kopdes.

kumparan post embed

Kata Ferry, pembahasan itu akan dilakukan dalam rapat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Hari Koperasi Nasional beberapa waktu lalu.

“Iya, tentang operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Menkop Ferry di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (15/7).

Menurutnya, Prabowo bakal membahas implementasi berbagai kebijakan yang sebelumnya telah diumumkan kepada publik, termasuk menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai saluran utama distribusi barang subsidi.

“Tentang barang-barang subsidi itu harus apa, mekanismenya disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Kemudian pembiayaan dengan tingkat bunga yang kemarin disampaikan oleh Bapak Presiden di Indonesia Arena kemarin, mungkin itu,” kata Ferry.