Kumparan Logo

Saham SpaceX Naik 23% dalam 2 Hari, Kapitalisasi Pasar Tambah USD 327 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Roket terbaru SpaceX, Starship V3, terlihat bersandar di fasilitas Starbase saat menjalani uji terbang ke-12 yang dipantau dari South Padre Island, Texas, Kamis (21/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Roket terbaru SpaceX, Starship V3, terlihat bersandar di fasilitas Starbase saat menjalani uji terbang ke-12 yang dipantau dari South Padre Island, Texas, Kamis (21/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

Saham SpaceX melonjak untuk hari kedua berturut-turut, mendekati level harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) perusahaan sebesar USD 135. Saham tersebut berpeluang kembali menembus level kunci itu untuk pertama kalinya sejak jatuh di bawahnya pada bulan lalu.

Kenaikan sebesar 16 persen pada Jumat (7/8) membawa reli saham SpaceX dalam dua hari menjadi sekitar 23 persen, sekaligus menambah lebih dari USD 327 miliar terhadap nilai pasar perusahaan dalam periode tersebut.

Investor memborong saham perusahaan yang dipimpin Elon Musk tersebut, meskipun pembatasan yang sebelumnya melarang sejumlah investor awal menjual saham mereka telah dicabut pada Kamis (6/8). Para analis sebelumnya memperingatkan bahwa berakhirnya periode lock-up pertama dapat memicu tekanan jual terhadap saham.

Berakhirnya periode lock-up tersebut membuat jumlah saham SpaceX yang tersedia untuk diperdagangkan lebih dari dua kali lipat, menjadi 1,55 miliar saham dari sebelumnya 639 juta saham yang beredar ketika Space Exploration Technologies Corp., nama resmi SpaceX, melantai di bursa.

“Setelah gejolak perdagangan akibat berakhirnya periode lock-up mereda, investor harus memutuskan apakah mereka bersedia membayar harga yang begitu mahal untuk perusahaan yang baru akan menunjukkan potensi penuhnya dalam beberapa tahun mendatang,” kata Chief Market Strategist di Miller Tabak, Matt Maley, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (8/8).

Pergerakan tersebut menjadi pembalikan yang cepat bagi saham SpaceX yang sebelumnya berada di bawah tekanan. Saham perusahaan sempat kehilangan lebih dari USD 1 triliun dalam nilai pasar sejak mencapai level tertinggi tak lama setelah IPO yang memecahkan rekor.

Pemilik xAI sekaligus CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk menghadiri Forum Investasi AS-Arab Saudi di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, DC, pada 19 November 2025. Foto: Brendan Smialowski / AFP

Tekanan terhadap saham kembali meningkat pada awal pekan ini setelah SpaceX merilis laporan keuangan publik pertamanya. Saham anjlok 14 persen pada Rabu (5/8) setelah perusahaan melaporkan pengeluaran untuk bisnis kecerdasan buatannya yang lebih tinggi dari perkiraan.

Berdasarkan data S3 Partners LLC, lebih dari 250 juta saham SpaceX telah dijual secara short, atau sekitar 16 persen dari saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Angka tersebut sempat mencapai lebih dari 36 persen pada Rabu (6/8), sebelum sebanyak 911,5 juta saham dibuka untuk diperdagangkan.

“Saya yakin ada sejumlah posisi bearish yang harus ditutup hari ini,” tambah Maley.

Sebelum reli selama dua hari tersebut, para short seller telah membukukan keuntungan di atas kertas lebih dari USD 9 miliar dengan bertaruh bahwa harga saham SpaceX akan turun.

Namun, berakhirnya periode lock-up saham memang memberikan opsi kepada investor awal untuk menjual kepemilikan mereka, tetapi bukan merupakan kewajiban untuk melakukannya. Di sisi lain, Wall Street masih mempertahankan pandangan yang sangat positif terhadap perusahaan tersebut.

Argus Research pun menaikkan rekomendasinya terhadap saham SpaceX menjadi “buy” dari sebelumnya “hold” pada Jumat (7/8). Lembaga tersebut menyatakan optimistis terhadap “pengembalian investasi yang cepat” dari investasi SpaceX pada infrastruktur AI.

Secara keseluruhan, hampir 80 persen analis yang meliput SpaceX memberikan rekomendasi “buy” untuk saham tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, target harga rata-rata mereka berada di sekitar USD 221, yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 65 persen dari harga penutupan saham pada Jumat (7/8).