Konten dari Pengguna

Apresiasi Sastra Novel "Atheis" Karya Achdiat Kartamihardja

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Najma Sabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ini saya buat untuk artikel Apresiasi Sastra dalam Novel Atheis Karya Achadiat Kartamihardja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ini saya buat untuk artikel Apresiasi Sastra dalam Novel Atheis Karya Achadiat Kartamihardja

Karya sastra merupakan hasil curahan emosi sentimental dan abstraksi dari alam semesta kejiwaan, baik secara sadar maupun tidak sadar, untuk memaknai kehidupan manusia. Karya sastra menghadirkan realitas kehidupan manusia sehingga manusia dapat mengidentifikasikan dirinya dengan penciptaan kehidupan yang lebih bermakna.

Apresiasi sastra ialah suatu bentuk atau cara memperindah, menghargai, menilai terhadap sesuatu, baik itu sastra, seni, atau yang lainnya dengan cara tersebut dilakukan dengan penuh pengenalan, pemahaman, penafsiran, serta penikmatan dengan tingkat kepekaan yang tingggi terhadap karya sastra maupun seni.

Novel ini terbit pada tahun 1949 yang menceritakan kisah hidup Hasan, putra pensiunan guru Rade Wiradikarta, yang tinggal di desa Panyeredan di Garut. Keluarga Raden Wiradikarta adalah keluarga yang saleh dan saleha yang mengikuti ajaran agama islam pemeluk aliran tersebut. Sejak kecil, Hasan mengenyam pendidikan agama secara menyeluruh.

Novel ini menggunakan tiga gaya naratif, novel ini mengikuti kehidupan Hasan, seorang pemuda Muslim yang tumbuh religius tetapi mempertanyakan agamanya setelah berinteraksi dengan seorang teman Marxis-Leninis dan penulis nihilis.

Keadaan cinta dan citra religi membuat novel ini menarik untuk menemukan nilai-nilai yang berbeda, bukan hanya satu nilai yang disampaikan pengarangnya. Emosi, pernyataan, dan sikap yang berbeda-beda hingga kasih sayang. Ungkapan cinta yang termasuk dalam novel Atheis meliputi keintiman, gairah, pengabdian, kasih sayang, cinta penuh nafsu, cinta romantis, kesakralan cinta, saling membantu, peduli dan saling melengkapi.

Citra religius dalam novel atheis karya Achdiat Kartamihardja ini menggambarkan tentang dimensi transendental, makna, tujuan hidup, kesucian hidup, nilai-nilai material, altruisme, idealisme, dan buah dari spiritualitas 'Hasan'. Orang-orang di sekitar Hasan yang dijadikan sebagai protagonis dan karakter lainnya mempengaruhi cara hidup dan cara pandang Hasan. Ungkapan cinta yang terkandung dalam novel atheis karya Achdiat Kartamihardja adalah kekuatan cinta Hasan kepada Kartini dan sebaliknya, membuktikan bahwa cinta mereka abadi sampai Hasan meninggal.

Yang mendasari kekuatan cinta Kartini kepada Hasan dalam novel atheis adalah: (1) kesepakatan antara Hasan dan Kartini, (2) kemesraan antara Hasan dan Kartini, (3) kesucian cinta, (4) saling memberi antara Hasan dan Kartini, (5) selalu bersyukur, (6) hidup mandiri, (7) saling membantu, (8) saling mengingatkan, (9) memperhatikan, dan (10) saling melengkapi antara Hasan dan Kartini. Setidaknya, altruisme dan kesadaran akan peristiwa tragis.

Kerohanian yang diungkapkan dalam novel atheis ini adalah pencapaian kesadaran sejati menurut ajaran suatu agama, dan sementara iman diperlukan untuk memahami dimensi transendental, alam spiritual yang diperoleh melalui altruisme novel nilainya adalah bahwa orang harus mengambil perawatan hidup mereka.

Kelebihan pada novel ini adalah (1) Topik dan ide cerita yang menarik, diskusi tentang iman dan agama. (2) Tulis dalam bahasa yang mudah dipahami pembaca (3) Menggunakan tiga perspektif sekaligus yang jarang dilakukan penulis lain. (4) Suasana dan kepribadian tokoh-tokohnya begitu detail sehingga pembaca merasa seolah-olah melihat langsung ke mereka dan dapat merasakan apa yang terjadi dengan emosi mereka. (5) Membuat ilustrasi berupa gambar-gambar yang membuat cerita lebih realistis dan mudah dibayangkan. Adapun kelemahan pada novel atheis ini yaitu: Sampul pada novel ini kurang menarik dan novel ini masih populer dan banyak dibicarakan, tetapi semakin sulit ditemukan di toko buku akhir-akhir ini.

Menurut saya novel ini lebih menarik daripada karya sastra lainnya dan bahasa yang digunakan dalam novel ini mudah dipahami oleh pembaca. Saran saya pada novel ini yakni pembaca dapat menjadikan pedoman untuk mengapresiasi, memperkaya, dan menambah wawasan sastra. Novel atheis karya Achdiat K. Mihardja adalah salah satu novel yang membahas topik kepercayaan akan keberadaan Tuhan yang sangat menarik.