Konten dari Pengguna

Dampak Pola Asuh Strict Parents Bagi Tumbuh Kembang Anak-Anak

Najwa Khairaini

Najwa Khairaini

Mahasiswi UIN Jakarta.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Najwa Khairaini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi anak-anak (sumber: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi anak-anak (sumber: https://pixabay.com)

Naluri orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, terkadang mereka memaksakan kehendak dengan semaunya, tanpa memikirkan perasaan anaknya. Pasti capek gak sih? Kita dituntut terus...Nah lho!

Ternyata pola asuh yang memaksa, kaku dan ketat itu dinamakan strict parents. Jadi, apa sih yang dimaksud pola asuh strict parents? Strict parents merupakan pola asuh dengan peraturan yang ketat dan cenderung membatasi ruang gerak anak. Dalam psikologi, yang dijelaskan oleh psikolog klinis Diana Baumrind dalam jurnal American Psychological Association bahwa strict parents adalah orang tua yang ketat dan menempatkan standar serta tuntutan tinggi pada anak-anak mereka.

Ternyata menurut penelitian pola asuh strict parents dapat memberikan dampak negatif pada tumbuh kembang anak, lho!

Apa saja sih memangnya? Mari kita simak penjelasannya!

Dampak negatif strict parents

1. Pesimis

Sifat percaya diri sangat penting untuk dimiliki seseorang. Dengan percaya diri kita akan lebih bebas untuk melakukan hal-hal sesuai keinginan dan tanggung jawab perbuatannya. Karena dibatasi dan lebih banyak mengikuti perintah dari orang tua, pola asuh ini dapat menjadikan anak-anak mempunyai sifat pesimis, turunnya keberanian dalam diri dan kurangnya inisiatif.

Bahkan ada pembuktian dari segi ilmiahnya, lho!

Yaitu dari sebuah penelitian di University of Georgia menemukan bahwa anak-anak yang punya strict parents lebih cenderung bertingkah. Mereka juga dianggap kurang mampu mengatur diri sendiri dan memecahkan masalah begitu mereka dewasa. Ketika anak-anak masih kecil, orang tua mereka memiliki kemampuan lebih untuk menegakkan (Indonesia, 2022).

2. Emosi yang Kurang Stabil

Emosi adalah reaksi yang terjadi ketika merasakan sesuatu. Dengan adanya emosi, membantu kita terhindar dari bahaya serta memicu respon mempertahankan diri atau meminta pertolongan orang lain. Biasanya sih, akan susah mengendalikan emosi saat menghadapi tekanan.

Ternyata ada pembuktian secara ilmiah, lho!

Yaitu dari sebuah penelitian terhadap 600 anak berusia 8 hingga 10 tahun menunjukkan bahwa mereka yang memiliki orang tua otoriter, memiliki masalah perilaku yang paling banyak. Mereka menunjukkan perilaku yang lebih menantang, hiperaktif, dan perilaku antisosial. Mereka juga memiliki lebih banyak masalah emosional dan menunjukkan lebih sedikit perilaku prososial (Indonesia, 2022).

Emosi dapat berubah dengan mudah karena banyaknya masalah yang dipendam, contoh kecilnya jika kita buka aplikasi tiktok pasti berbagai macam video bisa kita tontonkan, yang awalnya lagi asyik nonton video lucu eh, malah ketemu video sedih yang bikin mewek sendiri di kamar.

Hayo...kalian pernah gak kayak gini? kalau pernah berarti emosinya mudah berubah nih...Yuk, bisa yuk!

3. Stres Hingga Depresi

Stres merupakan reaksi seseorang baik secara fisik maupun mental apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Stres merupakan bagian alami dan penting dari kehidupan. Stres juga dapat dialami oleh anak-anak dengan pola asuh strict parents. Lalu, apabila berat dan berlangsung lama mungkin stres akan menjadi depresi (Fadli, 2022).

Makanya kalau kita sudah merasa capek badan dan pikiran, lebih baik kita istirahat dulu, supaya gak stres tetapi jadi lebih fresh.

Secara ilmiah, menurut penelitian University of Georgia dalam jurnal Developmental Psychobiology, perilaku strict parents menyebabkan stres pada anak. Anak-anak yang menjadi stres akibat orang tua yang ketat berpotensi mengakibatkan perilaku bermasalah di kemudian hari. Di rumah, anak-anak memiliki batasan yang ditetapkan dengan baik oleh orang tua mereka.

Dan anak usia sekolah dengan orang tua otoriter 41 persen lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan anak dengan orang tua otoriter (Indonesia, 2022).

Dalam hal ini, kita bisa berspekulasi bahwa dengan adanya pola asuh strict parents anak di kemudian hari akan memiliki kepercayaan diri yang rendah, menjadi lebih emosional dan mudah stres. Sehingga kita memerlukan cara untuk mengatasi strict parents.

Berikut, cara mengatasi strict parents agar tidak menimbulkan dampak negatif.

1. Bersikap positif

Sikap dingin dan otoriter dari strict parents dapat menimbulkan pikiran negatif dalam diri. Oleh sebab itu, cobalah bersikap positif dengan fokus pada hal-hal baik dalam hidup, carilah aktivitas yang nyaman dan dapat membangun semangat hidup, serta menerima kenyataan bahwa banyak hal yang terjadi di luar kendali kita.

2. Menerima diri sendiri dan sadar bahwa orang tua memiliki kekurangan

Dengan menerima diri sendiri, kita mampu berdamai dengan kondisi, baik itu kelebihan maupun kekurangan. Pahami setiap orang itu unik, karena manusia juga tempatnya salah.

Orang tua maupun kita pasti tidak sempurna. Sadarilah hal ini dan belajar menerima kenyataan, maafkan diri sendiri, jangan membandingkan apa yang dimiliki orang lain dan kita harus bangga pada hasil yang bisa kita raih, meski orang tua tidak menghargai.

3. Berkomunikasi dengan teman atau orang terpercaya

Luapkan perasaan kita kepada teman atau orang yang terpercaya. Ceritakan keluh kesah akibat strict parents dan ungkapkan semua perasaan yang dialami. Karena melalui komunikasi teman atau orang yang kita percaya akan lebih memahami apa yang kita rasakan. Cara ini dapat melegakan gejolak hati, karena perasaan yang sudah menumpuk perlahan terobati. Oh iya! Agar komunikasi kita berjalan lancar, cobalah terbuka, jujur, dan menerima. Selalu ingat, bahwa membicarakan perasaan bukan berarti lemah (Laily, 2022).

Nah sobat, semoga tulisan ini dapat bermanfaat ya...

Daftar referensi:

Fadli, R. (2022). Dampak Pola Asuh Strict Parents Bagi Perkembangan Anak. Halodoc. Diakses pada 04 Desember 2022 dari https://www.halodoc.com/artikel/dampak-pola-asuh-strict-parents-bagi-perkembangan-anak

Indonesia, T. C. (2022). Ciri-Ciri Strict Parents: Kaku dan Kebanyakan Nuntut. CNN Indonesia. Diakses pada 04 Desember 2022 dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220704085017-277-816807/ciri-ciri-strict-parents-kaku-dan-kebanyakan-nuntut

Laily, I. N. (2022). Strict Parents Adalah Orang Tua yang Ketat, Pahami Dampaknya Bagi Anak. Katadata. Diakses pada 12 Desember 2022 dari https://katadata.co.id/safrezi/berita/61f217fc2abcf/strict-parents-adalah-orang-tua-yang-ketat-pahami-dampaknya-bagi-anak