Bimbel Mahal Laku Keras, Karena Sekolah Nggak Lagi Dipercaya?

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Najwa Lutfiyah Ahmad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Banyak stereotip yang bilang kalau bimbel nggak penting. Padahal faktanya, mayoritas yang lulus seleksi masuk PTN isinya anak bimbel. Mengapa banyak orang berlomba-lomba daftar bimbel mahal untuk belajar padahal ada sekolah?
Banyak siswa sibuk daftar ke bimbel ternama untuk persiapan masuk PTN. Tak dapat dipungkiri, lembaga-lembaga tersebut memang layak dibayar mahal. Mereka mencetak rekor dengan berhasil mengantarkan siswa didiknya ke Perguruan Tinggi Negeri maupun luar negeri.
Sepulang sekolah, siswa SMA tidak langsung pulang, melainkan lanjut pergi ke tempat bimbel untuk persiapan masuk kampus. Fenomena ini terkadang menjadi pertanyaan. Apakah sekolah tidak memberikan bekal yang cukup untuk siswanya sehingga mereka harus menambah jam belajar mereka di luar sekolah dan membayar lebih untuk itu?
Ada banyak faktor yang dapat menjawab pertanyaan ini.
Pertama, kualitas sekolah di Indonesia tidak sama. Ada yang mendapat previlage karena sekolahnya memiliki kurikulum yang lebih maju sehingga cukup untuk persiapan masuk kampus. Ada juga yang sekolah di sekolah yang dapat dikatakan secara kualitas masih kurang. Sehingga mereka yang dalam keadaan seperti itu memilih untuk bimbel karena belajar dari sekolah saja tidak cukup. Namun, ada juga yang sekolahnya memberikan ‘alat’ yang cukup tetapi mereka masih memilih untuk bimbel untuk memaksimalkan kesempatan.
Selanjutnya, sekolah memang memberikan materi dan penjelasan untuk bekal persiapan masuk kampus. Namun, semua sekolah menyediakan konseling tentang memilih jurusan, memilih kampus, serta informasi tentang jalur mandiri. Karena memang beberapa di antaranya bukan tugas pihak sekolah.
Fasilitas yang diberikan sekolah dan lembaga bimbel tentu berbeda. Perbedaannya ialah, sekolah menyediakan materi seperti biasa yang di mana dapat berguna untuk persiapan masuk kampus, terkadang ada sekolah yang menyediakan konseling kepada guru BK tentang pemilihan kampus dan jurusan. Namun, bimbel menyediakan lebih dari itu. Lembaga bimbel tak hanya mengadirkan materi pelajaran. Mereka juga menyediakan tips dan trik atau cara cepat mengerjakan berbagai bentuk soal yang berbeda, ruang diskusi, latihan soal yang bervariasi, soal asli ujian masuk PTN dari tahun-tahun sebelumnya, soal tryout, cara mengecek keketatan pilihan jurusan dan kampus, sampai konseling tentang pemilihan kampus dan jurusan.
Faktor lainnya adalah, bisa jadi, siswa bosan dengan cara atau lingkungan belajar di sekolah yang begitu-begitu saja. Beberapa lembaga bimbel juga sangat menekankan dan terkesan ‘memaksa’ siswanya untuk disiplin belajar dan mengerjakan latihan soal. Sistem bimbel yang seperti itu cocok untuk anak yang susah konsisten ketika belajar mandiri.
Bahkan, beberapa siswa merasa bahwa mereka bisa lebih fokus dan produktif belajar di bimbel dibandingkan di kelas sekolah. Hal ini disebabkan karena suasana yang lebih tenang, target belajar yang jelas, serta teman-teman yang satu tujuan. Lingkungan seperti ini bisa memotivasi mereka untuk berjuang lebih keras.
Selain itu, adanya bimbel online dan hybrid juga membuat siswa makin punya banyak pilihan. Mereka bisa belajar dari rumah dengan fleksibel tanpa kehilangan akses ke materi, tutor, dan simulasi ujian. Dengan banyaknya pilihan ini, siswa jadi lebih mudah menyesuaikan metode belajar yang paling cocok untuk mereka.
Terkadang memang banyak sekolah yang masih kurang bertanggung jawab akan kewajibannya: guru yang jarang masuk kelas, guru BK tidak memberikan konseling. Namun, banyak juga sekolah yang sudah sepenuhnya bertanggung jawab dengan maksimal memberikan bekal yang cukup untuk siswanya Bersiap masuk PTN. Meskipun begitu, lembaga bimbel mampu menyediakan ‘bekal lebih’ agar lebih matang bersaing di berbagai jalur masuk PTN.
Jadi, bukan berarti dengan memilih bimbel membuat kita tidak percaya dengan sekolah. Hanya saja, fasilitas yang ada pada sekolah dan bimbel tentu berbeda.
