Beda jam tayang, Beda Tantangan: Menganalisis Program “Kisah Nyata” Indosiar

Saya asalah Mahasiswa ilmu komunikasi di Universitas pamulang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Najwa tasbihatun nisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap waktu memiliki karakteristik penonton televisi yang berbeda. Pada pagi hari, misalnya, penonton televisi biasanya didominasi oleh anak-anak atau orang dewasa yang hendak memulai aktivitas, seperti berangkat sekolah atau bekerja, sementara pada siang dan sore hari memiliki pola penonton yang berbeda lagi. Oleh karena itu, stasiun televisi tidak hanya perlu memikirkan program yang menarik, tetapi waktu tayang juga perlu dipikirkan secara matang.
Hal ini menarik untuk melihat penjadwalan program Kisah Nyata yang tayang di Indosiar. Program drama tersebut tidak hanya tayang di satu slot, melainkan tiga slot sekaligus, yaitu pagi, siang, hingga sore hari. Jika programnya memiliki karakter yang relatif sama, apakah waktu tayang akan menghasilkan performa yang berbeda?
Dari sejumlah data rating yang beredar melalui komunitas pemantau rating televisi di media sosial, terlihat adanya perbedaan performa dari ketiga slot tayang program Kisah Nyata tersebut.
Dalam tiga data rating yang diteliti, Kisah Nyata Pagi tercatat mendapatkan rating sebesar 0,8; 0,9; dan 0,8. Sementara itu, beberapa program Kisah Nyata yang ditayangkan pada slot selanjutnya tercatat meraih rating mulai dari 1,0 hingga 1,7. Contohnya, salah satu data mencatat Kisah Nyata Pagi: Rahasia Penghuni Rumah Nomor 13 dengan rating 0,8, sedangkan Kisah Nyata: Pengkhianatan yang Tertukar mendapat rating 1,0 dan Kisah Nyata Siang: Rahasia di Balik Kursi Roda memperoleh rating 1,7. Data lain juga menunjukkan tren yang serupa. Kisah Nyata Pagi: Petaka Mertua Problematik mendapatkan rating 0,9, sementara Kisah Nyata Siang: Teror Karma dalam Hidupku sebesar 1,4 dan Kisah Nyata: Dendam yang Mencerabut Kebahagiaan memperoleh 1,6.
Perbedaan tersebut dapat menjadi bahan untuk mengevaluasi strategi penjadwalan program.
Lalu, Mengapa Drama Tetap Ditaruh di Pagi Hari?
Menempatkan tayangan drama di pagi hari sebenarnya bukanlah suatu kesalahan. Indosiar sendiri memang menjadikan drama sebagai bagian dari program mereka dan cukup berhasil. Kisah Nyata merupakan program drama FTV yang mengangkat cerita kehidupan sehari-hari dengan berbagai konflik antartokoh.
Persoalannya adalah apakah slot pagi merupakan waktu yang paling sesuai untuk mempertahankan performa program tersebut.
Dalam pendekatan pemrograman televisi, terdapat istilah dayparting, yang berarti menyesuaikan isi acara dengan sifat penonton pada waktu tertentu. Dengan kata lain, seorang programmer harus memperhatikan kebiasaan dan aktivitas penonton saat memilih program yang ditayangkan pada slot waktu tertentu.
Jika pola aktivitas penonton pada pagi hari berbeda dengan pola aktivitas penonton pada siang maupun sore hari, program yang sama belum tentu mendapatkan performa yang sama.
Ketika Drama Ditumpuk dalam Satu Rentang Waktu
Selain persoalan mengenai waktu, susunan program juga perlu diperhatikan. Dalam strategi stacking, program dengan karakter penonton yang mirip dapat ditempatkan secara berurutan untuk menjaga penonton tetap berada di kanal yang sama.
Pola ini terlihat dalam jadwal Indosiar. Pada hari Sabtu, 19 September 2026, setelah Fokus Pagi yang berlangsung pukul 04.30—06.00 WIB, Indosiar menyiarkan Merangkai Kisah Indah pukul 06.00—07.00 WIB. Kemudian, Kisah Nyata Pagi tayang pukul 07.00—08.30 WIB dan dilanjutkan pukul 08.30—10.00 WIB. Susunan ini dapat membantu menciptakan alur penonton, yaitu menjaga agar penonton tetap berpindah dari satu acara ke acara yang lain. Namun, jika beberapa program yang memiliki karakteristik serupa diletakkan berurutan dalam waktu yang lama, stasiun televisi juga harus mempertimbangkan variasi agar penonton tidak kehilangan opsi.
Apa yang Bisa Dilakukan Indosiar?
Jika pola rating yang terlihat tersebut terjadi secara konsisten dalam data yang lebih banyak, Indosiar dapat melakukan evaluasi terhadap penempatan program drama mereka, salah satunya Kisah Nyata Pagi.
Salah satu pilihannya adalah mengisi tayangan pagi dengan program hiburan yang memiliki format berbeda dengan tayangan drama karena sebelumnya Indosiar sudah menayangkan program drama lain, yaitu Merangkai Kisah Indah. Program drama dapat diganti dengan program hiburan ringan, infotainmen, atau gelar wicara yang sesuai dengan karakter penonton pagi.
Strategi counterprogramming juga dapat dipertimbangkan. Alih-alih terus mengandalkan jenis program yang sama, Indosiar dapat menghadirkan program dengan karakter berbeda dari tayangan stasiun televisi pesaing pada waktu yang sama.
Dengan begitu, pemilihan waktu tayang tidak hanya bergantung pada seberapa terkenal sebuah program, melainkan juga pada keselarasan antara program itu sendiri, jadwal tayang, pesaing yang ada, serta pola perilaku penonton.
Beda Slot, Beda Performa
Perbedaan rating Kisah Nyata pada berbagai waktu tayang menunjukkan adanya variasi dalam performa saat program dengan konsep yang sama ditayangkan pada waktu yang berbeda. Dalam hal ini, penjadwalan muncul sebagai salah satu faktor menarik untuk diteliti, selain konten program itu sendiri.
Riset yang dilakukan menunjukkan bahwa Kisah Nyata Pagi mendapatkan rating yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa tayangan Kisah Nyata yang disiarkan pada siang dan sore hari. Namun, informasi ini belum dapat menyimpulkan bahwa perbedaan rating semata-mata disebabkan oleh waktu tayang.
Aspek lain, seperti persaingan dengan program lain, situasi penonton, serta isi tayangan juga berpotensi memengaruhi hasil rating tersebut. Oleh karena itu, perbedaan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Indosiar dalam menempatkan program Kisah Nyata.
Penyesuaian jadwal atau perubahan program dapat menjadi pilihan yang dicoba dengan melihat data rating dan sifat penonton di setiap jam tayang. Dengan memperhatikan hubungan antara program, waktu tayang, dan karakter penonton, jadwal dapat dibuat sesuai kebutuhan setiap slot sehingga program yang ditayangkan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau penonton yang tepat.
