Konten dari Pengguna

Dari Ubi Jadi Rezeki: Inovasi KKN 122 untuk UMKM Desa Sugih Waras

Najwa Nadira Aulianisya

Najwa Nadira Aulianisya

Mahasiswi Prodi Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Najwa Nadira Aulianisya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Sugih Waras — Dalam upaya mendukung pengembangan UMKM dan pemberdayaan ekonomi perempuan masyarakat desa, mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Kelompok 122 menggelar kegiatan pembuatan makanan khas daerah Tahok Tutok serta pelatihan pembuatan keripik ubi pada tanggal 3 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ibu Sekretaris Desa Sugih Waras dan dihadiri oleh ibu-ibu perangkat desa serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan kembali makanan khas daerah, yakni Tahok Tutok, Tahok tutok adalah masakan khas salah satunya dari desa Sugih Waras, Kec. Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan, yang terbuat dari pucuk daun singkong (daun ubi) yang ditumbuk halus. Hidangan tradisional ini diolah dengan cara menumis bumbu halus (cabe, bawang merah, bawang putih) lalu dimasak bersama daun singkong tumbuk hingga matang., sebagai salah satu identitas kuliner Desa Sugih Waras. Selain itu, pembuatan keripik ubi dilakukan sebagai bentuk inovasi produk olahan yang memiliki potensi ekonomi dan dapat dikembangkan sebagai produk UMKM desa.

Pembuatan Tahok tutok
suasana kegiatan pembuatan keripik ubi dan makanan khas daerah yaitu tahok tutok

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan, mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan, hingga teknik pengemasan. Suasana kegiatan berlangsung seru dan interaktif. Antusiasme tidak hanya datang dari ibu-ibu, tetapi juga bapak-bapak yang turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemasaran produk, mahasiswa KKN Kelompok 122 turut memperkenalkan konsep kemasan yang lebih modern dan menarik. Keripik ubi dikemas menggunakan plastik zip kedap udara agar kualitas dan kerenyahan produk tetap terjaga. Produk tersebut juga diberi logo Kelompok 122 sebagai identitas sekaligus strategi branding awal.

pembuatan keripik ubi
produksi keripik ubi

Setelah proses produksi dan pengemasan, keripik ubi mulai dipasarkan di warung-warung yang ada di Desa Sugih Waras sebagai langkah awal memperkenalkan produk kepada masyarakat luas. Upaya ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat masyarakat untuk terus mengembangkan potensi kuliner lokal sebagai sumber tambahan penghasilan keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 122 berharap dapat mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan masyarakat serta memperkuat eksistensi makanan khas daerah sebagai bagian dari identitas dan potensi ekonomi Desa Sugih Waras.

bapak-bapak dan karang taruna sugih waras yang ikut meramaikan
pemasaran ke warung-warung