Mahasiswa KKN UIN Kelompok 122 Edukasi Stop Bullying di SDN 19 Rambang

Mahasiswi Prodi Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Najwa Nadira Aulianisya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Sugih Waras — Dalam upaya mencegah dan menekan kasus perundungan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 84 Kelompok 122 melaksanakan kegiatan edukasi Stop Bullying pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang kantor SDN 19 Rambang dengan sasaran siswa kelas 4 dan 5.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar, baik sebagai korban maupun pelaku bullying. Oleh karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting agar anak-anak memahami dampak bullying serta mampu membangun sikap saling menghargai dan empati terhadap sesama.
Acara berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB dan dibuka oleh MC, Putri Vinata Septiani. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari guru setempat yang mewakili Kepala Sekolah SDN 19 Rambang, sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN terhadap kesehatan mental siswa.
Memasuki acara inti, materi bullying disampaikan langsung oleh mahasiswa KKN Kelompok 122, yaitu Najwa Nadira Aulianisya dari Jurusan Psikologi dan Hayatun Nufus dari Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam. Sebelum penyampaian materi, para pemateri mengajak siswa melakukan ice breaking singkat untuk mencairkan suasana dan meningkatkan semangat peserta.
Materi pertama disampaikan oleh Hayatun Nufus, kemudian dilanjutkan oleh Najwa Nadira Aulianisya. Keduanya membahas pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak bagi korban dan pelaku, serta pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah.
Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah sesi penyampaian kegelisahan siswa. Para siswa diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman mereka, baik sebagai korban maupun pelaku bullying. Suasana haru pun terasa ketika beberapa siswa meneteskan air mata saat mengungkapkan pengalaman pahit yang pernah mereka alami. Para anggota KKN secara sigap memberikan dukungan emosional dengan memeluk dan menenangkan siswa yang terbawa suasana.
Selanjutnya, siswa diminta menuliskan perasaan dan pengalaman mereka di selembar kertas, lalu menempelkannya sebagai bentuk keberanian dan kejujuran dalam mengungkapkan emosi. Mahasiswa KKN memberikan apresiasi atas keberanian siswa serta mengajak mereka untuk saling memaafkan dan memperbaiki sikap ke depannya.
Untuk mengembalikan suasana, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking kembali agar siswa dapat menenangkan diri dan kembali bersemangat. Acara kemudian ditutup dengan dokumentasi foto bersama, doa penutup, dan pamitan oleh MC.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang berharap edukasi stop bullying dapat menanamkan kesadaran sejak dini pada siswa, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh empati.
