Konten dari Pengguna

Tata Cara Penanganan Pertama Henti Jantung

Namirah Zamzamia

Namirah Zamzamia

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatulllah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Namirah Zamzamia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi CPR, credit: https://pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi CPR, credit: https://pixabay.com

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru-paru merupakan salah satu prosedur pertolongan pertama bantuan hidup dasar pada seseorang yang mengalami sumbatan pernapasan dikarenakan sebab-sebab tertentu.

Henti Jantung adalah kejadian kegawatdaruratan yang menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan secepatnya.

Faktor yang menyebabkan penanganan kegawatdaruratan henti jantung yaitu pengetahuan, pengalaman, dan motivasi. Pengetahuan yang minim tentang kegawatdaruratan ini mengakibatkan seseorang tidak mengetahui bagaimana cara penanganan korban henti jantung tersebut (Octora, 2019).

Banyaknya masyarakat yang kurang tau dan kurang aktif dalam memberikan penanganan pada korban henti jantung dan tidak memiliki pengetahuan dan kepedulian yang rendah dalam melakukan CPR. Maka dari itu pentingnya mengingat CPR untuk menyelamatkan nyawa seseorang, oleh sebab itu kita harus bisa melakukan prosedur CPR dengan cara yang benar.

Sebelum Menerapkan CPR

  1. Periksa area. Pastikan pasien dan kamu sudah ditempat yang aman.

  2. Periksa kondisi pasien. Gerakkan badan pasien secara perlahan dan cobalah panggil nama pasien untuk memastikan respons dari pasiennya.

  3. Hubungilah ambulans atau langsung menghubungi rumah sakit terdekat jika pasien tidak merespons.

  4. Periksa keadaan fisik pasien, jika ada cairan atau benda yang menyangkut perlahanlah miringkan badan pasien dan keluarkan benda tersebut dengan cepat.

  5. Periksalah pernapasan pasien. Dengarkan, lihat dan rasakan pernapasan pasien selama 10 detik. Bila terdengar dan pernapasan terasa normal miringkan pasien. Jika tidak terdapat tanda pernapasan silahkan terapkan CPR.

  6. Langkah-langkah CPR atau RJP

  7. Pada penerapan langkah CPR atau RJP ini terdapat dua bagian yang berbeda, yaitu kompresi dada dan pemberian napas buatan. Berikut langkah yang bisa diterapkan :

Kompresi Dada :

  1. Posisikan bagian bawah telapak tangan pada bagian bawah tulang dada pasien.

  2. Selanjutnya letakkan telapak tangan lainnya di atas tangan pertama, lalu eratkan jari-jari senyamannya.

  3. Tekan dada sedalam 5 - 6 cm. Lakukan tekanan dengan kuat dan cepat sebanyak 30 kali diselingi 2 napas buatan, atau 100 kali per menit yang diselingi napas buatan tidak lebih dari 8 napas buatan.

  4. Kompresi dada bisa dilakukan dengan cara bergantian dengan penolong lain setiap dua menit, karena melakukan kompresi dada ini bisa melelahkan.

  5. Kompresi dada merupakan hal yang diprioritaskan dibanding napas buatan. Bila tidak ingin melakukan pertolongan napas buatan maka fokuslah kepada kompresi dada dan lakukanlah sebanyak 100 kali permenit.

Napas Buatan :

  1. Posisikan pasien pada bidang yang kokoh.

  2. Dongakkan kepala dan angkat dagu pasien, agar dapat membantu terbukanya saluran pernapasan.

  3. Selanjutnya, tutup bagian hidung menggunakan jari jempol dan telunjuk.

  4. Tutup bagian mulut dengan mulut kamu dan pastikan tidak terdapat jalan udara yang tersisa.

  5. Berikan dua napas buatan lakukan dengan kuat dan cepat dan pastikan dada pasien naik turun saat dilakukan napas buatan. Bila tidak periksa kembali rongga pernapasan untuk mengecek apakah terdapat benda yang menyangkut.

  6. Jika masih terdapat benda yang tersangkut kembali lakukan kompresi dada karena kompresi dada dapat membantu menggeser benda tersebut.

Edukasi ini sangat penting dilakukan secara dini kepada masyarakat agar kita masyarakat dapat mengetahui cara menolong korban henti jantung dan dapat memberikan penanganan awal terhadap orang sekitar yang mengalami henti jantung. Jadi kita bisa menghafal dan melatih diri agar kita bisa menghadapi apabila kita berada di posisi kegawatdaruratan tersebut. Karena penanganan ini sangat penting bila mana kita ada di posisi tersebut kita sudah memahami dan tau apa yang harus kita lakukan.