Pengguna Facebook dan Instagram di Mata-Matai

Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta
Tulisan dari namsianto wakhid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meta memperingatkan sekitar 50 ribu pengguna Facebook dan Instagram yang berbasis di lebih dari 100 negara di dunia, dimata -matai oleh perusahaan pengawas media sosial, termasuk mengambil data pribadi target hal itu terungkap dalam penyelidikan selama berbulan - bulan, dimana Meta mengidentifikasi ada kelompok mata - mata dan segera menghapusnya dari platform.
Menurut Meta, pengguna yang menjadi target sebagaian besar mengarah kepada jurnalis kritikus rezim otoriter hingga pejuang HAM. Meta menyebutkan 4 dari 7 perusahaan yang melakukan pengintaian itu berbasis di Israel, yakni Cobwebs Technologies, Black Cube, Cognyte, dan Bluehawk CI. Sementara tiga perusahaan lainnya diketahui berbasis di Cina, India dan makedonia utara.
Cobwebs adalah perusahaan yang membantu kliennya, agar bisa memakai situs web publik untuk mengelabui dan mendapat informasi pribadi target. perusahaan itu juga dilaporkan bekerja untuk klien Amerika Serikat, termasuk departemen kepolisian lokal di Hartford Connecticut.
Black Cube adalah perusahaan yang pernah di sewa Harvey Weinstein dulu untuk menutupi kasus skandal seksualnya dengan memblokir artikel di New York Times. Dari kejadian itu Meta telah melarang perusahaan - perusahaan tersebut untuk beroperasi di aplikasinya, termasuk melarang pihak lainnya seperti Cytrox dan BellTroX.
Cytrox adalah pihak yang sempat meretas akun Facebook Ayman Nour dan seorang jurnalis yang cukup vokal dalam mengkritik razim Abdel Fattah al-sisi.
Metode yang biasa mereka lakukan adalah mengawasi pergerakan target secara daring, lalu menyamar menggunakan akun fiktif untuk mendekati dan meyakinkan target, dengan tujuan agar target mengunduh atau membuka link berisi Malware yang memberi mereka akses dari sana mereka melancarkan tugas untuk mengintai dan memperoleh data pribadi target.
