Konten dari Pengguna

Alami Batu Ginjal? RSDH Ponorogo Punya Solusinya Tanpa Sayatan Operasi

Nanang Diyanto DS

Nanang Diyanto DS

Seorang Perawat Kesehatan di RSUD Harjono Ponorogo, Pendidikan S-1 Keperawatan Hoby travelling Hoby potograpy Hoby menulis Pernah mendapatakan penghargaan The best nitizen jurnalisme 2016

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nanang Diyanto DS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mesin ESWL Penghancur Batu Ginjal Tanpa Sayatan, Trademed Dok
zoom-in-whitePerbesar
Mesin ESWL Penghancur Batu Ginjal Tanpa Sayatan, Trademed Dok

RSUD Dr. Harjono Ponorogo kini telah memiliki fasilitas operasi ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk menangani batu ginjal. Operasi ini dilakukan oleh dr. Riza Mazidu Sholihin, Sp.U, seorang dokter spesialis urologi yang berpengalaman.

ESWL adalah prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal dan saluran kemih. Gelombang kejut difokuskan pada batu menggunakan mesin ESWL. Batu akan pecah menjadi potongan-potongan kecil yang kemudian dapat dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Operasi ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dilakukan dengan menggunakan mesin ESWL terbaru. Mesin ini memiliki teknologi terbaru yang dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan efektif.

dr. Riza Mazidu Sp U, Uroligis RSDH Ponorogo

Dr. Riza Mazidu Sholihin, Sp.U, mengatakan bahwa operasi ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo merupakan solusi yang tepat untuk pasien dengan batu ginjal dan saluran kemih. Prosedur ini memiliki banyak keunggulan, antara lain:

Non-invasif, sehingga tidak diperlukan sayatan.

Tidak memerlukan anestesi umum, sehingga pasien dapat pulang ke rumah setelah prosedur.

Waktu pemulihan yang singkat.

"Operasi ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo merupakan pilihan yang aman dan efektif untuk menangani batu ginjal dan saluran kemih tanpa sayatan operasi," kata dr. Riza Mazidu Sholihin, Sp.U.

Berikut adalah beberapa informasi penting tentang operasi ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo:

Pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani operasi ESWL adalah pasien dengan batu ginjal atau saluran kemih yang berukuran kecil hingga sedang.

Prosedur ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dilakukan secara rawat jalan.

Pasien dapat pulang ke rumah setelah prosedur.

Untuk informasi lebih lanjut tentang operasi ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo, pasien dapat menghubungi bagian pendaftaran atau langsung ke poli urologi.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing persiapan tersebut:

  • Surat rujukan

  • Pasien yang akan menjalani operasi ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo harus membawa surat rujukan dari dokter spesialis urologi, dokter umum, Puskesmas, dokter keluarga, atau rumah sakit type D atau C. Surat rujukan ini diperlukan untuk memastikan bahwa pasien memenuhi syarat untuk menjalani prosedur ESWL.

  • Kartu identitas diri

  • Pasien harus membawa kartu identitas diri, seperti KTP atau SIM, untuk keperluan administrasi.

  • Kartu BPJS Kesehatan

  • Pasien peserta BPJS Kesehatan harus membawa kartu BPJS Kesehatan untuk keperluan pembiayaan.

  • Pemeriksaan laboratorium dan radiologi

  • Pemeriksaan laboratorium dan radiologi ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien dan untuk menentukan ukuran, posisi, dan komposisi batu ginjal atau saluran kemih.

  • Makanan ringan

  • Pasien disarankan untuk makan makanan ringan sebelum prosedur ESWL. Hal ini dilakukan untuk mencegah pasien merasa lapar selama prosedur.

  • Pakaian yang nyaman

  • Pasien harus menggunakan pakaian yang nyaman dan mudah dilepas. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dokter untuk melakukan prosedur ESWL.

  • Selain persiapan di atas, pasien juga disarankan untuk minum banyak air putih sebelum dan setelah prosedur ESWL. Hal ini dilakukan untuk membantu mengeluarkan potongan-potongan batu ginjal atau saluran kemih dari tubuh.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien setelah menjalani operasi ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo:

  • Minum banyak air putih untuk membantu mengeluarkan potongan-potongan batu ginjal atau saluran kemih dari tubuh.

  • Mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter.

  • Mengistirahatkan tubuh.

  • Menghindari aktivitas fisik berat.

  • Jika pasien mengalami nyeri, perdarahan, atau demam setelah prosedur ESWL, segera hubungi dokter.

Ukuran maksimal batu ginjal yang bisa dioperasi dengan ESWL di RSUD Dr. Harjono Ponorogo adalah 2 cm. Batu ginjal yang berukuran lebih dari 2 cm dapat dipecahkan dengan ESWL, tetapi kemungkinan keberhasilannya lebih rendah.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang ukuran batu ginjal yang bisa dipecahkan dengan ESWL:

  • Batu ginjal berukuran 5-20 mm dapat dipecahkan dengan ESWL dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

  • Batu ginjal berukuran 21-30 mm dapat dipecahkan dengan ESWL, tetapi kemungkinan keberhasilannya lebih rendah.

  • Batu ginjal berukuran lebih dari 30 mm sulit untuk dipecahkan dengan ESWL dan mungkin memerlukan prosedur lain, seperti PCNL (percutaneous nephrolithotomy) atau ureteroskopi.

Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti ukuran, posisi, dan komposisi batu ginjal, untuk menentukan apakah ESWL adalah pilihan yang tepat untuk pasien.

Jangan lagi banyak pertimbangan soal urusan kesehatan. RSDH Ponorogo Tak Pernah Lelah Malayani.