Konten dari Pengguna

Indonesia Darurat Sampah Plastik, Mahasiswa Undip Ajak Murid TK Membuat Ecobrick

Nancy Marcelina

Nancy Marcelina

Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nancy Marcelina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TK Islam Fithria As-Syahara V, Cileungsi Kidul. Sumber: Dokumen Pribadi Milik Pribadi Nancy Marcelina.
zoom-in-whitePerbesar
TK Islam Fithria As-Syahara V, Cileungsi Kidul. Sumber: Dokumen Pribadi Milik Pribadi Nancy Marcelina.

Cileungsi Kidul (27/7) - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan sebanyak 3,2 juta ton dari sampah plastik tersebut dibuang ke laut. Melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut, Pemerintah Indonesia melakukan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) untuk mengurangi sampah sebanyak 30%. Hal tersebut yang melatarbelangi Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro untuk melaksanakan program kerja penyuluhan pemanfaatan limbah sampah menjadi ecobrick sebagai wujud dari 3R. Program tersebut dilaksanakan oleh Nancy Marcelina dari program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, di salah satu TK yang berada di Desa Cileungsi Kidul, yaitu TK Islam Fithria As Syahara V.

Program ini diawali dengan penjelasan mengenai sampah plastik dan dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Penjelasan dilakukan dengan menggunakan video dan poster supaya menarik minat dari murid TK. Melalui video dan poster juga disisipkan ajakan untuk mencintai bumi dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Poster untuk Penjelasan Sampah Plastik. Sumber: Dokumen Milik Pribadi Nancy Marcelina

Selanjutnya, dilakukan pembuatan ecobrick dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, yaitu sebagai berikut:

Alat: gunting dan botol plastik bekas.

Bahan: lem kertas, spidol, bungkus makanan atau minuman, kertas origami dan pernak-pernik.

Perlengkapan untuk membuat ecobrick. Sumber: Dokumentasi Milik Pribadi Nancy Marcelina.

Botol ecobrick dibuat sebanyak 16 buah dan kemudian dibagikan kepada murid TK untuk dihias. Setiap murid akan mendapatkan 1 botol ecobrick yang hanya diisi sebagian dengan bungkus makanan atau minuman, supaya setiap murid kemudian dapat mengisi botol tersebut secara mandiri hingga penuh dengan sampah plastik.

16 botol ecobrick untuk dihias. Sumber: Dokumen Pribadi Milik Nancy Marcelina
Murid TK Islam Fithria As Syahara V menghias botol ecobrick. Sumber: Dokumen Pribadi Milik Nancy Marcelina.

Kegiatan ini diakhiri dengan membagikan hadiah kepada setiap murid dan foto bersama dengan guru TK. Program ini diharapkan dapat menimbulkan rasa peduli terhadap lingkungan sejak dini, khususnya mengenai penggunaan plastik dan aturan membuang sampah pada tempatnya.