Konten dari Pengguna

Rasa Iri dan Dengki si Mental Kepiting

NANDA AHMAD ARYA MAULANA

NANDA AHMAD ARYA MAULANA

Mahasiswa Baru Psikologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NANDA AHMAD ARYA MAULANA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesuksesan dan keberhasilan merupakan dua hal yang diinginkan oleh semua orang dan patut diapresiasi ketika seseorang mendapatkannya. Namun, pernahkah kalian melihat seseorang yang sulit melihat orang lain sukses? Atau bahkan merasa iri dan dengki? Ternyata ada istilahnya, lho. Istilahnya adalah crab mentality atau mental kepiting. Kenapa disebut crab mentality?

Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pixabay

Dilansir melalui Psychology Today, istilah ini diambil melalui eksperimen di mana kepiting diletakkan ke dalam ember. Ketika hanya ada satu kepiting di dalam ember, kepiting tersebut akan berhasil keluar dari ember. Beda halnya ketika banyak kepiting ada di dalam ember, kepiting akan saling menarik satu sama lain hingga tak ada yang berhasil keluar dari ember. Dari eksperimen inilah timbul istilah crab mentality di mana individu tidak suka dengan pencapaian orang lain, bahkan akan menghalangi seseorang untuk meraihnya.

Crab mentality can be seen as a type of envy or hating and is sometimes referred to as tall poppy syndrome from the story of the Roman king Tarquin who was said to have cut the heads off the tallest poppies in his garden as a sign to his son that he should set about secretly assassinating those of achievement around him to ensure his own success"(Livius, 2010)

Setiap individu pasti memiliki sifat kompetitif terhadap satu sama lain, tetapi ketika sifat kompetitif yang berlebihan membuat orang dapat memiliki crab mentality.

Apa penyebab munculnya crab mentality?

Faktor utamanya adalah pola pikir. Seseorang yang memiliki mental kepiting memiliki pola pikir yang tidak sehat dan menganggap jika orang lain tidak boleh mendapatkan sesuatu yang belum didapatkan olehnya. Dendam, iri, benci, malu, dan cemburu juga merupakan beberapa faktor lain yang menyebabkan mental kepiting.

Sumber: Pixabay

Seseorang yang memiliki mental kepiting akan selalu berusaha menghalangi seseorang atau bahkan tak akan mengakui pencapaian orang lain melalui ejekan, komentar buruk, menakut-nakuti agar tidak melanjutkan usahanya, bahkan melalui bullying. Berdasarkan jurnal penelitian dari Hitit University Journal of Social Science Institute yang diterbitkan pada tahun 2019, seseorang yang memiliki mental kepiting akan lebih senang ketika meraih kesuksesan sendirian. Beberapa orang dengan crab mentality bahkan memiliki sifat tinggi hati hingga menganggap orang lain lebih rendah dari diri mereka. Tak ayal jika crab mentality akan membuat orang yang memilikinya akan merasa panik jika berada dalam tim yang “cerdas” dan bisa mengembangkan diri dengan baik.

Bagaimana cara menghindari crab mentality?

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar sifat kompetitif kita tidak membuat kita memiliki mental kepiting.

1. Selalu memotivasi diri dan evaluasi diri

Terkadang jika kita gagal dalam meraih sesuatu, kita akan sedih dan kecewa. It’s normal, it is okay to be not okay. Akan tetapi, kalau kita selalu stuck dalam keadaan tersebut, lakukan sesuatu. Motivasi diri untuk berubah dan memperbaiki kesalahan yang ada. Dengan hal tersebut, kita akan mengetahui di mana letak kesalahan dan kita dapat melakukan hal yang lebih baik di kesempatan lain. Yang perlu diingat adalah jangan sampai menyalahkan orang lain karena sering menyalahkan orang lain juga termasuk penyebab adanya crab mentality.

2. Gigih dan konsisten

Ketika kita mengerjakan sesuatu, pasti ada suatu kondisi di mana kita merasa down baik karena diri sendiri maupun orang lain. Terkadang kita merasa progres yang kita lakukan sangat lambat, sedangkan orang lain sudah mendapatkan hasilnya yang membuat kita iri. Itu merupakan hal yang salah, gunakan itu sebagai motivasi diri dan do your own work. Dengan hal itu, kita akan lebih konsisten dengan apa yang kita lakukan. Pastinya hasil yang kita inginkan akan segera terwujud.

3. Berkumpul dengan circle yang suportif

Dikelilingi oleh orang-orang yang suportif membuat diri kita selalu diliputi oleh perasaan positif. Orang yang suportif akan selalu mendukung apa yang kita lakukan serta menyemangati ketika kita gagal.

Dengan cara-cara tersebut, kita dapat terhindar dari yang namanya mental kepiting. Crab mentality akan berdampak besar pada orang yang memilikinya, mereka akan selalu gelisah dan sulit rileks ketika melihat orang mencapai sesuatu. Crab mentality juga dapat menurunkan kepercayaan diri dan juga self-awareness karena lebih fokus terhadap pencapaian orang lain.

Fokus pada diri sendiri dan pada apa yang kamu lakukan, jangan hiraukan apa yang menjadi penghambat untuk meraih apa yang kamu inginkan.

Referensi:

Çavuş, Bariş, dan Ruhi Sarpkaya. 2021. “Measuring ‘Crabs in a Bucket’ Phenomenon at Schools: A Scale Development Study”. Psycho-Educational Research Reviews 10(2):314-27. http://www.journals.lapub.co.uk/index.php/perr/article/view/1809.

Aydin, Gizem Zevde, dan Gülpembe Oğuzhan. 2019. The “Crabs in a Bucket” Mentality in Healthcare Personnel: A Phenomenological Study. Journal: Hitit Üniversitesi Sosyal Bilimler Enstitüsü Dergisi 13(2): 618-630.