Konten dari Pengguna

Review Buku tentang Jangan Marah Balas Sakit Hatimu dengan Manis

Nandi

Nandi

Lulusan Magister Ilmu Hukum UNISBA. Berprofesi sebagai penulis, vlogger, dan pendaki gunung. Menuangkan refleksi filosofis alam ke dalam gagasan hukum tata negara untuk mengedukasi masyarakat.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buku Jangan Marah Balas Sakit Hatimu Dengan Manis (Nandi/2022)
zoom-in-whitePerbesar
Buku Jangan Marah Balas Sakit Hatimu Dengan Manis (Nandi/2022)

Buku "Jangan Marah Balas Sakit Hatimu Dengan Manis" karya Ipnu R Nugroho tahun 2016, oleh penerbit Mueeza di Yogyakarta menjadi perhatian penulis, karena salah satu buku favorit yang direkomendasikan untuk dibaca.

Dalam buku ini dibahas mengenai kehidupan yang tidak selamanya datar, pasti setiap orang akan menemukan duri dan kerikil dalam kehidupannya. Setiap manusia pasti akan mengalami bahagia, sedih, marah, kecewa, sakit hati, dan lain sebagainya. Setiap kehidupan manusia tidak selamanya bahagia, namun tidak selamanya sedih. Semuanya akan datang silih berganti.

Sakit hati menjadi permasalahan yang paling sering ditemui pada manusia. Sakit hati merupakan sumber dari segala penyakit hati, sakit hati akan menimbulkan berbagai macam penyakit yang akan merugikan diri sendiri. Dampak yang ditimbulkan dari sakit hati akan menyebabkan kecewa.

Kecewa akan muncul apabila kenyataan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kecewa ini dapat melemahkan bagi sebagian besar orang, namun ada pula beberapa orang yang menghadapi kekecewaan itu dengan memperbaiki keadaan.

Banyak cara untuk mengendalikan sakit hati dan mengubahnya menjadi sesuatu hal yang berdampak positif. Berprasangka baiklah kepada Allah, percayalah bahwa takdir Allah akan lebih indah dari apa yang kita harapkan, meski terkadang ketika sakit hati menyerang setiap manusia akan merasa Allah itu tidak adil, tetapi tetaplah berhusnudzon kepada Allah.

Ketika sakit hati dan telah kecewa, maka manusia akan merasakan emosi atau marah dan berpikir untuk membalas dendam. Emosi merupakan hal yang akan menimbulkan dampak negatif baru bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Emosi atau marah harus dikendalikan, dan yang dapat mengendalikannya hanya diri sendiri. Berpikirlah bahwa emosi atau marah tidak akan menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Sejalan dengan emosi atau marah, membalas dendam juga bukan solusi dari berbagai macam persoalan. Ubahlah pola pikir terkait hal-hal tersebut, dan ubahlah hal-hal buruk menjadi hal-hal baik yang akan menyelesaikan permasalahan.

Ikhlaskanlah segala macam sakit hati dan balaslah dengan hal-hal yang baik, seperti dengan prestasi, dan tetap berbuat baik meski luka telah menyerang, serta libatkanlah Allah dalam segala hal. Allah adalah maha segalanya, berdoalah kepada Allah agar segala macam usaha kebaikan yang dilakukan akan mendatangkan manfaat bagi diri dan orang lain.

Dalam buku ini juga dibahas mengenai pentingnya mengendalikan amarah dan memaafkan orang lain.