Waspada Tsunami, Inilah Langkah Keselamatan Darurat Saat Terjadi Gempa Bumi

Lulusan Magister Ilmu Hukum UNISBA. Berprofesi sebagai penulis, vlogger, dan pendaki gunung. Menuangkan refleksi filosofis alam ke dalam gagasan hukum tata negara untuk mengedukasi masyarakat.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Nandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas gempa bumi tertinggi di dunia. Letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar menjadikan negeri ini akrab dengan guncangan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kehidupan di atas bumi selalu berjalan berdampingan dengan dinamika alam yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan.
Sebagai manusia yang hidup di wilayah cincin api Pasifik, kita tidak akan pernah bisa menolak pergerakan lempeng bumi. Bencana tidak datang semata-mata untuk menghukum, melainkan merupakan bagian dari proses alami pelepasan energi yang terjadi di dalam perut bumi sebuah ritme yang telah berlangsung sejak lama.
Potensi marabahaya menuntut kita untuk lebih peka membaca keadaan. Kepanikan adalah musuh terbesar dalam situasi krisis. Karena itu, memahami langkah-langkah keselamatan dasar saat gempa bumi terjadi menjadi hal yang sangat penting agar kita bisa meminimalkan risiko dan melindungi diri maupun orang-orang terdekat.
Jauhi Kawasan Pesisir Jika Gempa Berpusat di Laut
Jika gempa terjadi dengan pusat di bawah laut, ada kemungkinan munculnya ancaman tsunami. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjauhi kawasan pesisir.
Jangan pernah terpancing rasa penasaran untuk melihat perubahan kondisi laut, seperti air yang tiba-tiba surut. Hal tersebut bisa menjadi tanda awal terjadinya tsunami. Segera lakukan evakuasi mandiri menuju dataran tinggi, perbukitan, atau bangunan kokoh yang lebih tinggi dari permukaan laut.
Lindungi Kepala dan Cari Tempat Aman
Saat gempa terjadi dan kamu berada di dalam ruangan, hal utama yang harus dilakukan adalah melindungi kepala dan leher dari risiko tertimpa benda. Gunakan tas, bantal, atau tangan sebagai pelindung.
Jika memungkinkan, berlindunglah di bawah meja yang kokoh. Setelah guncangan mereda, segera keluar menuju area terbuka. Hindari berada di dekat bangunan tinggi, tiang listrik, papan reklame, atau kaca yang berpotensi pecah.
Ketenangan sangat penting. Kepanikan justru bisa memperburuk keadaan dan meningkatkan risiko cedera akibat saling dorong saat evakuasi.
Waspadai Gempa Susulan
Gempa bumi sering kali diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan yang bervariasi. Oleh karena itu, jangan terburu-buru kembali ke dalam bangunan, terutama jika sudah terlihat retak atau tidak stabil.
Tunggulah di area terbuka hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Kesabaran dalam situasi ini bisa menjadi penyelamat.
Waspada Longsor di Daerah Perbukitan
Bagi masyarakat yang berada di daerah pegunungan atau lereng, gempa dapat memicu longsor. Getaran dapat melemahkan struktur tanah dan menyebabkan runtuhan batu atau tanah.
Jauhi tebing curam, lereng terjal, dan lembah sempit. Pilih area terbuka yang relatif aman dari potensi runtuhan atau pohon tumbang.
Saring Informasi dan Hemat Energi
Di tengah situasi darurat, informasi yang beredar sering kali tidak semuanya benar. Pastikan hanya mengakses informasi dari sumber resmi dan terpercaya.
Selain itu, gunakan perangkat komunikasi secara bijak. Hemat baterai ponsel dengan mengurangi penggunaan yang tidak perlu, agar tetap bisa digunakan untuk komunikasi darurat.
Bumi akan terus bergerak, dan manusia harus belajar untuk beradaptasi. Gempa bumi adalah bagian dari dinamika alam yang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan dengan kesiapsiagaan dan pengetahuan yang cukup.
Dengan tetap tenang, sigap, dan saling menjaga, kita bisa melalui situasi sulit dengan lebih baik. Karena pada akhirnya, keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
