Bahasa Kasar Pada Anak Usia Dini

MAHASISWA UNIVERSITAS PAMULANG
Tulisan dari Naomi Lennesia Lontaan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, lingkungan sangat berperan penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Seorang anak akan belajar bahasa karena anak tumbuh besar di suatu lingkungan yang berbahasa, maka lebih dari pada itu anak akan terus belajar banyak bahasa yang ia serap dari lingkungannya.
Bahasa anak merupakan suatu hal yang awalnya didengar kemudian diucapkan kembali oleh sang anak. Maka dari pada itu lingkungan keluarga dan sekitar anak sangatlah berpengaruh besar kepada bahasa anak. Anak yang kesehariannya bergaul dengan lingkungan yang kurang baik cenderung berbahasa kasar, tetapi anak yang mendapatkan perhatian dari keluarga dan dari lingkungan yang baik cenderung berbahasa yang baik dan sopan.
Peran lingkungan dalam pembentukan berbahasa seorang anak merupakan faktor eksternal, karena di lingkungan tersebut terdapat semua keadaan makhluk hidup dan perilakunya, sehingga hal negatif maupun positif akan cepat diserap oleh sang anak.
Lingkungan keluarga menjadi lingkungan utama dalam segala hal bagi seorang anak terutama dalam hal berbahasa yang baik. Karena dengan berbahasa yang baik pada seorang anak akan membuat pandangan orang lain terhadap anak tersebut baik pula dan orang tua yang berhasil mendidik anaknya dalam berbahasa.
Bahasa kasar adalah bahasa yang tidak pantas diucapkan karena tidak baik bagi aturan yang ada di suatu lingkungan berbahasa. Bahasa kasar yang dikeluarkan oleh sang anak tidak diperoleh dengan begitu saja, tentu saja melewati beberapa proses yang diperoleh dari pengalaman-pengalaman seorang anak tersebut di dalam hidupnya. Mulai dari anak tersebut mendengarkan kemudian menirukan bahasa yang didengarnya.
Akibat-akibat dari penggunaan bahasa kasar ini ada banyak sekali antara lain yaitu :
Bahasa menjadi rusak saat seorang anak atau orang dewasa yang menggunakan bahasa kasar maka bahasa dari sebuah daerah tersebut menjadi rusak dan berimbas pada diri mereka yang menggunakan bahasa kasar tersebut.
Menyebarkan bahasa dengan tidak baik, seseorang yang cenderung terbiasa dengan menggunakan bahasa kasar akan terbiasa menggunakan bahas kasar tersebut sehingga bahasa tersebut akan ditiru oleh anak-anak lain dan menjadi semakin menyebar.
Menurunkan kualitas bahasa saat mengalami kekeliruan dalam berbahasa terutama kepada generasi mendatang semakin jelas ketika generasi tersebut keliru dengan suatu bahasa yang baik maka kualitas dari bahasa juga akan cepat menurun.
Kesimpulannya yaitu lingkungan disekitar anak terutama keluarga sangatlah berpengaruh besar terhadap perkembangan bahasa seorang anak, dimana kata-kata kasar yang banyak diucapkan di lingkungan lalu diserap kemudian diucapkan kembali oleh anak tersebut, tanpa mengetahui artinya yang kemudian diucapkan kembali kepada orang tuanya dan orang-orang pun akan menganggap anak tersebut tidak sopan terhadap orang tua.
Lain halnya dengan anak yang mempunyai lingkungan berbahasa yang baik dan pola asuh kedua orang tua yang baik maka anak tersebut dapat berbicara dengan baik dan sopan.
