Pencarian populer
USER STORY
29 Oktober 2018 2:26 WIB
3
0

Kamu Pemuda Indonesia? Yuk, Ikut Aktif di PBB!

Foto: Markas PBB. Sumber: flickr.com

Jika kita merayakan hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober, maka PBB telah menetapkan tanggal 12 Agustus sebagai Hari Pemuda Internasional. PBB telah memandang kalangan pemuda sebagai aktor, dan bukan sekadar objek, dalam upaya internasional mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Dalam tulisan di media online kumparan berjudul “5 Cara untuk Bisa Mengikuti Sidang Pertemuan di PBB” penulis telah menyebut bahwa dengan menjadi perwakilan pemuda, seseorang bisa mengikuti sidang pertemuan di PBB. Tulisan berikut ini akan menggali lebih tajam lagi langkah-langkah PBB menggandeng kalangan pemuda untuk turut berkontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

OK, lanjut!

Agenda kepemudaan PBB dilandasi oleh World Programme of Action for Youth (WPAY) yang dikeluarkan PBB tahun 1995 dalam rangka perayaan 10 tahun International Youth Year. WPAY memberi kerangka kebijakan dan panduan praktis aksi nasional dan internasional untuk memperbaiki situasi yang dihadapi kalangan pemuda di seluruh dunia. Terdapat 15 bidang aksi yang menjadi fokus WPAY, antara lain pendidikan, lapangan kerja, kelaparan, kemiskinan, kesehatan, teknologi informatika dan komunikasi, serta konflik bersenjata.

Untuk mengawal penerapan dari WPAY, ditunjuklah Focal Point untuk Pemuda di PBB, yaitu UN Programme on Youth. Focal Point ini bertujuan untuk membangun kesadaran akan situasi yang dihadapi kalangan pemuda di tingkat global, sekaligus mempromosikan hak dan aspirasi pemuda. Focal Point juga bekerja untuk mendorong partisipasi lebih besar dari kalangan pemuda dalam pengambilan keputusan yang akan mempengaruhi upaya mewujudkan perdamaian dan pembangunan.

PBB kemudian juga membentuk The United Nations Inter-Agency Network on Youth Development (IANYD) sebagai sebuah jejaring yang terdiri dari entitas-entitas PBB yang bekerja pada isu-isu terkait kepemudaan. Jejaring ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas kerja PBB dalam isu kepemudaan.

PBB terus memperkuat pengakuan akan pentingnya kontribusi kalangan pemuda dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia. Dewan Keamanan PBB telah mengukuhkan peran pemuda tersebut melalui adopsi Resolusi 2250 pada tahun 2015. Resolusi tersebut menekankan 5 pilar peran pemuda dalam perdamaian dan keamanan yaitu partisipasi, perlindungan, pencegahan, kemitraan, serta pemisahan (disengagement) dan reintegrasi. Resolusi 2250 memberi legitimasi dan membuka akses yang dapat mendukung pemuda menjadi aktor penting dalam penciptaan perdamaian dan keamanan.

Perkembangan paling gres adalah bahwa pada 24 September 2018 Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, meluncurkan Youth 2030: The United Nations Youth Strategy. Strategi tersebut diterapkan untuk memperkuat dan meningkatkan komitmen pada tingkat global, regional, dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kalangan pemuda, serta membantu mereka mendapatkan hak-haknya dan mengakui kontribusi positif mereka sebagai agen perubahan. Sekjen PBB juga menetapkan Duta Sekjen PBB untuk Pemuda, Jayathma Wickramanayake, dari Sri Lanka.

Foto: Jayathma Wickramanayake, Duta Sekretaris Jenderal PBB untuk Pemuda. Sumber: wikimedia.org

Sebagaimana disampaikan oleh Sekjen PBB, terdapat lima prioritas upaya yang akan dilakukan melalui Youth 2030: 1) memperkuat suara kalangan pemuda dalam mempromosikan dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan; 2) mendukung akses yang lebih besar untuk kalangan pemuda mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan berkualitas; 3) mendukung akses yang lebih besar agar kalangan pemuda mendapat pekerjaan yang layak dan produktif; 4) melindungi dan mempromosikan hak pemuda dan mendukung keterlibatan mereka dalam politik; 5) mendukung kalangan pemuda sebagai katalis perdamaian dan keamanan serta aksi humanitarian.

Lalu bagaimana para pemuda bisa berpartisipasi dalam berbagai upaya PBB ini? Berdasarkan informasi dari laman PBB, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Pertama, dengan mengikuti Program Delegasi Pemuda PBB (UN Youth Delegate Programme). Melalui program ini, Delegasi pemuda menjadi bagian dari Delegasi resmi sebuah negara di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB dan berbagai Komisi di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) PBB. Dalam pertemuan SMU PBB, Delegasi pemuda umumnya dapat mengikuti pertemuan Komite Tiga yang menangani isu-isu sosial. Sementara itu, dalam pertemuan ECOSOC, delegasi pemuda dapat mengikuti pertemuan Commission for Social Development (CSocD) dan Commission on Sustainable Development (CSD).

Secara khusus ECOSOC juga menyelenggarakan ECOSOC Youth Forum setiap tahun sejak tahun 2012. Forum ini diselenggarakan untuk melibatkan kalangan pemuda dalam upaya penerapan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Kedua, membentuk atau bergabung dengan United Nations Youth Associations (UNYAs) lokal. UNYAs adalah LSM yang dipimpin oleh pemuda yang seluruhnya diisi oleh sukarelawan pemuda. UNYAs merupakan cara yang sangat baik untuk mengenal PBB lebih lanjut. Indonesia sendiri telah memiliki perwakilan UNYA yang dibentuk sejak tahun 2013.

Ketiga, terlibat aktif dalam LSM dan daftarkan LSM tersebut ke PBB untuk mendapatkan status konsultatif PBB. Untuk bisa mendapatkan status konsultatif, sebuah LSM harus sudah dibentuk dan terdaftar secara resmi selama setidaknya 2 tahun, memiliki kantor, AD/ART yang disusun secara demokratis, otoritas untuk berbicara atas nama anggotanya, struktur perwakilan, mekanisme akuntabilitas, dan proses pengambilan keputusan yang demokratis dan terbuka.

Keempat, mengirimkan tulisan ke Youth Flash, sebuah e-mail bulanan dan newsletter online dari UN Programme on Youth yang akan memberikan informasi perkembangan kerja sistem PBB dalam isu pemuda serta berbagai publikasi terkait pemuda. Badan PBB terkait dan LSM dapat menyumbang tulisan untuk newsletter ini.

Kelima, terlibat aktif dalam berbagai inisiatif kepemudaan yang dikelola oleh berbagai badan di bawah PBB, seperti beberapa di antaranya program FAO Rural Youth Development, ILO Youth Employment, UN HABITAT (terkait isu perkotaan) Youth Advisory Board, UNICEF Voices of Youth, UNODC (UN Office on Drugs and Crime) Youth Initiative, dan UNESCO Youth Programme.

Keenam, mendaftar untuk menjadi sukarelawan PBB. Kita dapat memilih untuk menjadi sukarelawan di luar negeri, di dalam negeri, atau bahkan secara online. Wow, ga ribet deh.

Foto: sukarelawan PBB. Sumber: wikimedia.org

Cukup banyak rupanya pilihan kegiatan yang dapat diikuti pemuda untuk terlibat dalam kerja PBB mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia. Ini saatnya kita tunjukkan kepemimpinan pemuda Indonesia dalam upaya ini. Yuk pemuda Indonesia, mari ikut aktif di PBB!

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23