Konten dari Pengguna

Ergonomi dan Kesehatan Mental

Narwin, S T
Bachelor of Industrial Engineering at Pattimura University
11 November 2025 10:47 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Ergonomi dan Kesehatan Mental
Gen Z yang katanya lebih terbuka terhadap kesehatan mental, bahkan sangking terbukanya presentase terbanyak yang mengalami gangguan kesehatan mental adalah gen Z itu sendiri.
Narwin, S T
Tulisan dari Narwin, S T tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
                                                            Sumber Foto : Meta AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto : Meta AI
ADVERTISEMENT
Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya mental health, kesehatan mental atau apapun sebutan nya. Kita sering mendengarnya terutama di kalangan Gen Z yang katanya lebih terbuka terhadap kesehatan mental, bahkan sangking terbukanya presentase terbanyak yang mengalami gangguan kesehatan mental adalah gen Z itu sendiri. Survei Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa sekitar 60% Gen Z menghadapi masalah kesehatan mental, jauh lebih tinggi dibandingkan generasi milenial (40%) dan Gen X (24%).
ADVERTISEMENT
Dalam laporan APA (American Psychologist Association) juga mengatakan 91% responden Gen Z melaporkan mengalami gejala fisik atau psikologis akibat stres, kecemasan, dan depresi. Penyebab stres diidentifikasi kebanyakan disebabkan oleh pekerjaan bagi mereka yang baru saja terjun ke dunia kerja, menjadi generasi sandwich yang harus menanggung hutang karena beban yang ada pada keluarga atau bahkan karena gaya hidup gen Z itu sendiri.
Dari persentase diatas, hanya setengahnya yang mampu untuk mengelola stres, kecemasan, dan depresi tersebut. Tidak jarang juga gen Z mengalami stress dikarenakan ketakutan yang berlebihan tentang masa depan.
Apa hubungannya Ergonomi dan kesehatan mental?
Sebelum kita membahas hubungan ilmu ergonomi dan kesehatan mental, terlebih dahulu mari kita berkenalan dengan ilmu Ergonomi, apa yang di maksud dengan ilmu Ergonomi, serta bagaimana hubungannya dengan kesehatan mental.
ADVERTISEMENT
Apa Itu Ergonomi?
Ergonomi atau yang biasa disebut sebagai Human Factors (faktor manusia) adalah suatu disiplin ilmu yang mengkaji keterbatasan, kelebihan, serta karakteristik manusia, dan memanfaatkan informasi tersebut dalam merancang produk, mesin, fasilitas, lingkungan, dan bahkan sistem kerja, dengan tujuan utama tercapainya kualitas kerja yang terbaik tanpa mengabaikan aspek kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan manusia penggunanya. Manusia menjadi unsur utama dalam ergonomi. Mengingat, fisik manusia yang terbatas, maka manusia membuat sesuatu yang memudahkan manusia melakukan pekerjaannya tanpa ada gangguan fisik maupun psikologi.
Ada tiga jenis ilmu Ergonomi
Berdasarkan International Ergonomic Association, ada 3 jenis ergonomi yang menjadi dasar studi berbagai keilmuan lainnya. Ketiganya adalah Physical Ergonomics (Ergonomi Fisik), Cognitive Ergonomics (Ergonomi Kognitif) dan Organizational Ergonomic (Ergonomi Organisasi).
ADVERTISEMENT
Kesehatan mental dalam perspektif ilmu Ergonomi
Berdasarkan data yang di keluarkan oleh APA (American Psychologist Association) diatas, mengidentifikasi bahwa kebanyakan gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi diakibatkan oleh risiko pekerjaan.
Risiko pekerjaan yang sering mengakibatkan kesehatan mental seperti stres dan tekanan mental adalah risiko psikososial yang sering dialami oleh orang-orang, lebih khusus pada Gen Z, dimana gen Z menyumbang presentase terbesar dalam kasus gangguan kesehatan mental sebesar 60%.
Hal-hal yang memicu gangguan kesehatan mental yang sering dialami oleh gen Z di tempat kerja seperti :
ADVERTISEMENT
Dari beberapa masalah diatas, ilmu Ergonomi melihatnya sebagai suatu permasalahan yang bisa diatasi dan di carikan solusi. Seperti :
Dalam ilmu ergonomi kognitif selalu menekankan untuk fokus pada proses mental seperti persepsi, ingatan, penalaran, dan pengambilan keputusan. Dengan cara mengelola beban kerja mental dengan memastikan tugas tidak melebihi kapasitas, merancang antarmuka (misalnya, perangkat lunak, panel kontrol) yang intuitif, jelas, dan mudah digunakan untuk mengurangi beban kognitif, sehingga mengurangi risiko kesalahan atau bahkan kecelakaan yang dapat mengakibatkan gangguan fisik maupun gangguan mental,
Dalam ilmu ergonomi organisasi menekankan tentang bagaimana struktur, kebijakan, dan proses organisasi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kesejahteraan karyawan. Seperti mempertimbangkan struktur organisasi, kebijakan, dan proses alur kerja secara keseluruhan untuk mengoptimalkan sistem kerja.
ADVERTISEMENT
Dalam ilmu ergonomi fisik menekankan hubungan antara manusia dengan elemen fisik di sekitarnya, seperti alat, lingkungan kerja, dan tugas, dengan tujuan mencegah cedera muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas. Seperti meminimalkan gerakan yang sering dan berulang-ulang yang dapat menyebabkan cedera, mengatur tata letak stasiun kerja, seperti ketinggian meja dan kursi, agar sesuai dengan dimensi tubuh pekerja, memastikan desain alat kerja memberikan tekanan minimal pada tubuh dan nyaman digunakan, dan mempertimbangkan pengaruh lingkungan seperti suhu, penerangan, dan getaran terhadap kinerja dan kenyamanan fisik.
Demikianlah ilmu Ergonomi melihat kesehatan mental yang akhir-akhir ini menjadi topik yang cukup hangat di perbincangkan. Dimana ilmu ergonomi adalah ilmu yang cukup terbuka terhadap kesehatan mental, bukan hanya terbuka, ilmu ergonomi juga menawarkan solusi-solusi yang bisa mengatasi masalah kesehatan mental ini, lebih khusus kepada mereka yang bekerja. Ergonomi kesehatan mental juga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis di tempat kerja dengan merancang lingkungan, peralatan, dan tugas agar sesuai dengan kemampuan fisik dan mental manusia. Desain kerja yang ergonomis dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi dengan meminimalkan ketegangan fisik, meningkatkan kenyamanan, dan mengatur tugas kerja agar tidak menimbulkan kelelahan mental.
ADVERTISEMENT