Konten dari Pengguna

Ketika Perempuan Menentukan Hidupnya Sendiri

Nashwa Ayu Anastasia
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Pamulang
29 Desember 2025 17:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Ketika Perempuan Menentukan Hidupnya Sendiri
Film Little Women (2019) menampilkan perjuangan perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya sendiri. Melalui kisah Jo dan saudari March, film ini menegaskan makna kebebasan, suara, dan kemanusiaan per
Nashwa Ayu Anastasia
Tulisan dari Nashwa Ayu Anastasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ketika Perempuan Menentukan Hidupnya Sendiri
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Film Little Women (2019) karya sutradara Greta Gerwig hadir bukan hanya sebagai adaptasi dari novel klasik Louisa May Alcott, tetapi sebagai refleksi kuat tentang bagaimana perempuan menentukan nasib mereka sendiri di tengah tekanan sosial dan harapan tradisional.
ADVERTISEMENT
Berbeda dari adaptasi sebelumnya, Little Women versi Gerwig tidak disusun secara linear. Alur yang melompat-lompat ini justru memberi ruang bagi penonton untuk merasakan pergulatan batin setiap karakter perempuan utama—Jo, Meg, Beth, dan Amy March. Struktur ini membuat narasi terasa lebih personal dan nyata, seolah kita ikut menyusuri pergulatan mereka dalam memahami cinta, ambisi, dan identitas.
Jo March, tokoh utamanya, menjadi pusat dari gagasan tentang kebebasan perempuan. Ia bukan sekadar gadis pemberani yang bercita-cita menjadi penulis. Jo merupakan simbol dari suara perempuan yang menolak dikubur oleh peran tradisional yang dibebankan padanya. Ia menolak dikekang oleh aturan—bahkan aturan tentang bagaimana perempuan “seharusnya” hidup. Kesetiaannya pada kata-kata dan buku menjadi pernyataan: perempuan juga pantas berdiri di panggung dunia sebagai pencipta, bukan hanya sebagai objek cerita.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, pilihan hidup Meg justru mengajarkan kita bahwa kebebasan bukanlah satu bentuk saja. Meg memilih keluarga, pernikahan, dan rumah tangga. Namun, film ini tidak memposisikan pilihannya sebagai jalan hidup yang “kurang berani” atau ketinggalan zaman. Justru melalui Meg, kita memahami bahwa kebebasan perempuan mencakup hak memilih kehidupan yang memberi mereka rasa bahagia dan damai.
Amy March, yang sering disalahpahami sebagai sosok materialistis, justru memberikan kita perspektif lain tentang strategi perempuan di dunia yang tidak setara. Keputusannya untuk mengejar seni dan stabilitas finansial menunjukkan bahwa perempuan sering kali membuat pilihan yang kompleks bukan semata karena keinginan, tetapi juga karena kondisi sosial yang membatasi peluang mereka.
Tema besar lain yang diangkat Little Women adalah tentang kepemilikan karya dan ruang berbicara perempuan dalam industri kreatif. Konflik Jo dengan penerbit laki-laki menggambarkan bagaimana perempuan terkadang harus bernegosiasi keras agar suara dan ide mereka tidak disalahartikan atau diremehkan. Adegan-adegan ini menjadi kritik halus terhadap realitas industri yang sering mengecilkan peran perempuan.
ADVERTISEMENT
Secara visual, film ini menggunakan sinematografi yang hangat dan estetis. Setiap sudut gambar seperti mengundang penonton untuk hadir lebih dekat dengan kehidupan para tokohnya. Dialog-dialognya juga terasa jujur dan ringan, tetapi menyimpan kedalaman makna yang tidak lekang oleh zaman.
Melalui Little Women, kita diajak merenungkan bahwa perjuangan perempuan tidak selalu tentang revolusi besar atau kekerasan. Terkadang perjuangan itu berada dalam keputusan-keputusan kecil memilih karier, menolak lamaran, menulis kata sendiri, dan menghargai pilihan hidup setiap perempuan. Film ini mengingatkan kita bahwa suara perempuan pantas didengar, dihargai, dan dirayakan.
Pada akhirnya, Little Women (2019) bukan hanya cerita tentang masa lalu atau tentang empat bersaudari March. Ia adalah cermin tentang bagaimana perempuan dari masa ke masa tetap berjuang menentukan hidupnya sendiri. Dan ketika perempuan diberi ruang untuk memilih, mereka tidak hanya menemukan jati diri mereka sendiri, tetapi juga mencipta makna dalam setiap langkah hidupnya.
ADVERTISEMENT