Pinjaman Online: Gali Lubang Tutup Lubang

Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Airlangga
Tulisan dari Nasywa Nabilah Faisa Hakim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia saat ini memasuki masa endemi. Meskipun sudah memasuki masa endemi, perjuangan dan kehilangan saat masa pandemi masih membekas. Contohnya, lapangan pekerjaan. Di masa pandemi banyak karyawan yang di PHK dan usaha yang gulung tikar menyebabkan keterbatasan ekonomi. Padahal, di masa pandemi saat itu kebutuhan semakin meningkat.
Keterbatasan ekonomi juga masih terjadi hingga masa endemi. Baik mahasiswa maupun karyawan sekarang membutuhkan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya. Salah satu alternatif untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan cepat adalah dengan melakukan pinjaman. Pinjaman bisa melalui pinjaman konvensional, koperasi simpan pinjam, pinjaman online, ataupun platform lainnya. Pinjaman online sendiri juga ada yang legal dan ilegal.
Seringkali banyak yang terjebak pinjaman online yang ilegal, karena prosesnya yang mudah, dapat meminjam dana besar, dan tanpa jaminan. Padahal, pinjaman online dapat menjadi mimpi buruk di kemudian hari. Biasanya pengguna pinjaman online membutuhkan uang secara mendesak untuk memenuhi gaya hidup mereka yang mewah dengan keadaan ekonomi terbatas. Jika membutuhkan uang secara mendesak, sebenarnya kita bisa saja melakukan pinjaman melalui bank, koperasi, ataupun lembaga lainnya. Hanya saja, kelebihan dari pinjaman online adalah dapat dilakukan dari mana saja, yang kebanyakan tidak dimiliki lembaga pinjaman lain.
Banyak terjadi kasus terjeratnya pinjaman online ini. Ada yang informasi pribadinya tersebar, orang di sekitarnya diteror, bunga yang terlalu tinggi, jumlah pinjaman tidak sesuai, hingga penyitaan aset peminjam. Tidak sedikit pengguna pinjaman online sampai mengakhiri hidupnya karena tidak sanggup membayar bunga pinjamannya. Bahkan, ada mahasiswa yang sampai diteror ke kampusnya karena meminjam uang di pinjaman online sebesar 20 juta rupiah. Jika banyak kerugian yang terjadi, pinjaman online akan menjadi siklus semacam gali lubang tutup lubang.
Berikut adalah cara memilih pinjaman online yang aman,
Cek apakah pinjaman online tersebut memiliki web yang resmi
Cek apakah pinjaman online tersebut terdaftar di OJK
Cek rekam jejak pinjaman online tersebut
Cek bunga yang ditetapkan
Cek syarat dan ketentuan yang diberikan
Meminjamlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar cicilan
Jika tidak terlalu mendesak lebih baik meminjam di pinjaman konvensional seperti koperasi simpan pinjam karena bunganya yang lebih rendah
Kebutuhan memang semakin bertambah dan kondisi ekonomi juga masih memburuk, jangan memaksakan gaya hidup mewah yang tidak bisa kita penuhi. Ada baiknya jika menghindari melakukan pinjaman. Pinjaman adalah mimpi buruk yang tak akan pernah usai. Jika memang mendesak, usahakan untuk meminjam melalui pinjaman yang legal, terbukti keamanannya, dan memiliki bunga yang kecil. Jika salah memilih pinjaman, bukan menyelesaikan masalah tetapi malah menambah masalah.
