Gempa Sumba Barat Daya NTT: Rumah Warga hingga SD Rusak, 1 Orang Luka

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10), mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. BMKG mencatat satu sekolah dan dua rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan hingga pukul 08.40 WIB, kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah dengan kategori kerusakan sedang. Selain kerusakan bangunan, BMKG juga menerima laporan adanya satu orang yang mengalami luka ringan.
“Berdasarkan laporan yang kami terima dengan berkoordinasi melalui UPT setempat dan juga BPBD hingga pukul 08.40 Waktu Indonesia Bagian Barat, kerusakan di beberapa wilayah pada pada kategori kerusakan sedang dan juga diinformasikan ada satu orang luka ringan,” kata Ayu dalam konferensi pers daring, Minggu (4/10).
Ayu mengatakan kerusakan tersebut terjadi di wilayah Pero Konda, Sumba Barat Daya. Bangunan yang terdampak terdiri dari sebuah sekolah dasar (SD) Islam dan dua rumah warga.
“Kerusakan tersebut ada di wilayah Pero Konda, ada di SD Islam dan 2 rumah warga dengan rata-rata dirasakan dari IV hingga VI MMI,” kata Ayu.
“BMKG melalui UPT setempat dalam hal ini Stasiun Geofisika Sumba Timur terus melakukan monitoring dan akan melakukan survei dampak gempa bumi tersebut,” lanjutnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan perkembangan informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
“Dan imbauan kepada masyarakat, untuk saat ini untuk menghindari diri dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi yang telah terjadi,” katanya.
“Dan yang kedua, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tambah dia.
Secara terpisah, Kepala Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Fransiskus Umbu Gete, mengatakan gempa berkekuatan 6,1 magnitudo itu merusak 10 rumah warga di wilayah itu. Rumah warga yang mengalami kerusakan itu tersebar di dua dusun yakni, dusun dua dan dusun empat.
"Tidak ada korban jiwa di desa saya, hanya ada 10 rumah yang rusak berat," ujar dia.
Ia mengaku, gempa yang terjadi sekitar 06.30 WITA itu membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah.
"Warga semua lari selamatkan diri karena masih trauma dengan kejadian gempa di Flores," katanya.
Selain di desa Weepangalli, kerusakan rumah warga juga dikabarkan terjadi di Desa Pero Konda, kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Meski demikian, pihak BPBD belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait data kerusakan itu.
