Pemprov DKI Jadikan CFD Rasuna Said Sebagai Upaya Perbaiki Kualitas Udara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Car Free Day di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Car Free Day di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Rasuna Said menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota.

Program CFD tambahan yang rutin digelar tiap hari Minggu pagi itu adalah wujud dari upaya Pemprov DKI menghadirkan udara yang lebih bersih sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI terus mendorong berbagai program pengendalian polusi udara di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

“Kami sangat peduli dengan kesehatan dan kenyamanan warga Jakarta. Oleh karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif positif yang membawa dampak nyata, mulai dari perluasan ruang terbuka hingga promosi gaya hidup ramah lingkungan,” ujar Chico dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Menurut dia, pelaksanaan CFD di Rasuna Said bukan hanya bertujuan mengurangi emisi kendaraan bermotor, tetapi juga membuka ruang publik baru bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati kualitas udara yang lebih baik.

Ia menjelaskan, keberadaan CFD Rasuna Said melengkapi kawasan HBKB lain seperti Sudirman-Thamrin sehingga manfaat ruang publik dan udara bersih bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jakarta.

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menurut Chico, Pemprov DKI saat ini tetap fokus menjalankan Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) 2023-2030 melalui sejumlah program, mulai dari penguatan tata kelola lingkungan, percepatan transportasi rendah emisi, penghijauan kota, hingga pengawasan sektor industri.

Selain CFD, sejumlah program lain yang terus dikembangkan yakni perluasan layanan Transjakarta, penggunaan bus listrik, hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Program-program tersebut disebut menjadi bagian dari visi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan atau sustainable city.

Chico juga mengajak masyarakat ikut terlibat dalam upaya pengendalian polusi udara melalui penggunaan transportasi umum dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk turut serta dengan antusias. Mari gunakan transportasi umum, dukung HBKB, tanam pohon, dan jaga kebersihan lingkungan bersama. Dengan semangat gotong royong, kita pasti bisa mewujudkan udara Jakarta yang semakin segar dan sehat setiap harinya,” kata Chico.

Meski berbagai upaya pengendalian terus dilakukan, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi kesehatan saat kualitas udara sedang kurang baik, sambil memantau perkembangan kebijakan dan program penanganan polusi dari Pemprov DKI Jakarta.