Polisi: PT AMA Hanya Layani Misi Kemanusiaan dan Keagamaan di Papua

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo. Foto: Dok. Istimewa

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo membantah isu beredar di media sosial yang menyebut PT Associated Mission Aviation (AMA) menjalankan aktivitas selain misi kemanusiaan di Papua.

Belakangan, ramai diperbincangkan bahwa pesawat AMA terlibat dalam aktivitas militer. Yusuf mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA maupun Uskup Jayapura selaku pimpinan misi.

"Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini," ujar Yusuf.

Ia menegaskan, PT AMA selama ini hanya menjalankan penerbangan untuk mendukung pelayanan gereja dan membantu masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Di sisi lain, penyidik juga terus mengusut pelaku dan motif di balik penyerangan terhadap pesawat tersebut.

Personel Satgas Damai Cartenz saat menyapa warga di Distrik Sinak, Puncak, Papua Tengah. Foto: Dok. Polri

Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata mengatakan sejak insiden terjadi, pihaknya langsung melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, hingga pemantauan media sosial.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip. Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," jelas Era.

Meski demikian, Era masih mendalami hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok KKB pimpinan Elkius Kobak.

Menurut Era, sesaat setelah penyerangan terjadi, M. Mbalingga mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa.

Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7/2026). Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema

"Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengeklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa,” jelas Era.

“Selain itu, kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga," sambungnya.

Ia menjelaskan, kelompok Bakusip merupakan kelompok baru dan hingga kini tim masih mengidentifikasi persenjataan yang mereka miliki.

Terkait motif penyerangan, penyidik mengungkap kelompok tersebut sebelumnya sempat menyampaikan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang memasuki wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi. Meski begitu, motif pasti penyerangan masih terus didalami.

Jenazah Pilot WN Amerika di tempat persemayaman terakhir. Foto: Dok. Polri

Sebelumnya, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan serangan KKB itu menewaskan sang pilot, Nicholas F. Gosselin. Namun tujuh penumpang lainnya selamat. Pelaku juga membakar pesawat di Bandara Ipdeheik.

"Tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman," kata Tri dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Menurut Tri, kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak diduga menjadi dalang penyerangan yang berujung pada pembunuhan pilot serta pembakaran pesawat.

"Berdasarkan informasi awal yang diterima aparat keamanan, pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak," jelasnya.