Problematika Sebagai Mahasiswa
Tulisan dari Nasywa Febriane tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai mahasiswa tentunya memiliki beban tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan ketika menjadi seorang siswa. Karena di dalam dunia perkuliahan akan menuntut usaha yang lebih bukan cuma sekedar mengikuti perkuliahan saja. Akan tetapi banyak tugas kuliah hinggaberbagai kegiatan lain yang diikuti oleh mahasiswa. Jadi, jika tidak bisa mengelola waktu dengan baik maka rentan untuk mengalami kelelahan yang berlebihan atau bahkan sampai mengalami stres. Apalagi banyak ajakan teman untuk menongkrong setelah jam kuliah selesai dan lain sebagainya.
Dalam menjalani hidup sebagai mahasiswa tentunya diperlukan mental dan fisik yang stabil. Tuntutan akademik yang tinggi, persiapan untuk masa depan, tekanan dari berbagai sumber baik dari keluarga, dunia perkuliahan dan organisasi bisa menjadi beban untuk mahasiswa. Namun, hal tersebut dapat diatasi apabila kamu mampu melakukan time management yang bagus dan menerapkan beberapa strategi sebagai berikut.
1. Menentukan Skala Prioritas
Tujuan utama sebagai mahasiswa memang untuk belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa sebagai mahasiswa itu bukan hanya perlu aktif di kelas saja melainkan perlu aktif ikut serta dalam mengikuti organisasi, baik organisasi internal ataupun eksternal kampus dengan tujuan menambah pengetahuan dan pengalaman baru serta menambah relasi. Tetapi perlu diketahui lagi bahwa setiap mahasiswa memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Maka dari itu, kewajiban utama sebagai mahasiswa yaitu belajar dan mengerjakan tugas terlebih dahulu baru organisasi.
2. Kelola Emosi
Terkadang sering kali ketika mendapatkan banyak tugas, mahasiswa merasa tingkat emosinya menjadi tidak stabil sehingga dapat menyebabkan stress. Agar dapat memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, maka perlu melatihkannya secara terus menerus. Menurut Goleman (1995), kecerdasan emoosional bisa diperoleh dengan banyak belajar melalui pengalaman sendiri. Maka sebagai mahasiswa harus dapat mengelola emosi dengan baik yaitu dapat dengan menerima emosi tersebut sebagai reaksi normal dari tantangan yang dihadapi serta dapat juga dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat, menjaga pola tidur yang teratur, dan tentunya harus menjaga pola hidup yang baik juga.
3. Kelola Waktu dengan Efektif
Mengelola waktu dengan efektif dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi terjadinya stres. Cobalah untuk membuat jadwal harian yang terperinci untuk mencakup waktu mengerjakan tugas, belajar, beristirahat, dan melakukan aktivitas lainnya. Dahulukan tugas-tugas yang paling penting dengan menentukan batasan waktu yang jelas dari setiap masing-masing tugasnya. Usahakan untuk tidak menunda pekerjaan jika sedang merasa banyak tugas dan cobalah untuk mengubah mindset menjadi bersakit-sakit dahulu lalu bersenang-senang kemudian.
4. Tidak Membebani Diri Sendiri
Ketika mengikuti banyak kegiatan di kampus, kamu sebagai mahasiswa juga harus bisa membatasi diri agar tidak menjadikan diri sendiri sebagai beban. Karena, kamu juga masih ada tugas kuliah atau jadwal kuliah. Jika sekiranya sudah merasa kerepotan dengan berbagai kegiatan yang berlebihan, jangan merasa ragu untuk melepaskan beberapa diantaranya dan juga menolak berbagai kegiatan yang hanya menambah beban waktu. Maka dari itu mulailah mengetahui batas ketahanan fisik untuk menjaga diri.
5. Cari Dukungan Sosial
Jangan takut untuk mencari dukungan sosial. Kamu dapat mencari dukungan dari keluarga atau teman jika kamu mulai merasa khawatir, sedih, atau stres. Berbicara dengan orang lain tentang perasaan yang sedang dialami dapat membantu untuk mengurangi beban emosional dan memberikan sudut pandang yang baru. Mulailah bersosialisasi dengan teman-teman, kerabat terdekat kamu atau mengikuti organisasi yang sesuai dengan minat kamu. Dengan itu maka dpat membangun hubungan sosial yang sehat serta dapat membantu meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
6. Punya Tempat Pribadi
Supaya bisa tetap tenang ditengah banyaknya tugas, maka kamu harus memiliki tempat atau ruang pribadi untuk melakukan beberapa kegiatan atau hal agar dapat lebih fokus dan berkonsentrasi. Temukan tempat yang tenang atau dimana saja yang dapat memungkinkan untuk dikunjungi secara rutin agar dapat mempertahankan fokus dan menyelesaikan semua tugas-tugas. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai salah satu cara menghindari terjadinya stres yang berlebihan pada mahasiswa.
7. Harus Tetap Terus Berkomunikasi dengan Keluarga
Tidak sedikit mahasiswa yang mengharuskan untuk mengekos karena berkuliah jauh dari rumah bahkan sampai keluar kota. Jauh dari orang tua dan keluarga bisa jadi sesuatu yang menyulitkan bagi mahasiswa baru dikarenakan masih dibutuhkannya adaptasi. Dimanapun kamu berkuliah, maka harus tetap terus berkomunikasi dengan orang tua atau keluarga. Kamu harus bisa menjaga komunikasi dengan keluarga, terlebih lagi sekarang telah dimudahkan dengan adanya kecanggihan teknologi. Dengan ini maka dapat meminimalisir kesepian yang dirasakan karena jauh dari rumah.
8. Menghindari Kebiasaan yang Dapat Merugikan Kesehatan Mental
Kebiasaan seperti merokok, minum minuman yang mengandung alkohol secara berlebihan, atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang dapat merugikan kesehatan mental kamu. Hindari kebiasaan tersebut sebelum terjadinya kecanduan dan terus upayakan dirimu untuk menjaga kesehatan sehat dan seimbang. Jika kamu masih merasa kesulitan untuk mengendalikan kebiasaan-kebiasaan tersebut, maka perlu dipertimbangkan untuk terapi atau mencari bantuan dari profesional kesehatan, terutama dari kesehatan mental.
9. Jangan Jadikan Tugas sebagai Beban
Banyak mahasiswa yang menjadikan tugas sebagai beban atau tekanan, karena merasa bahwa tugas tersebut sulit untuk dikerjakan. Padahal pemikiran tersebut merupakan pemikiran yang salah. Harusnya tanamkan pikiran yang optimis saja bahwa tugas tersebut pasti akan selesai apabila kita dapat mengerjakannya lebih awal atau jauh dari sebelum tenggat waku pengumpulannya, mengerjakannya dengan fokus dan tenang.
10. Lakukan Healing
Menurut Psikolog Klinis, Veronica Adesla mengatakan healing adalah termin untuk penyembuhan atau pemulihan secara general. Penyembuhan yang dimaksud tersebut adalah penyembuhan secara psikologis yakni jiwa, perasaan, batin dan pikiran. Sedangkan, istilah healing dalam media sosial dapat berarti menenangkan diri dengan pergi ke suatu tempat yang disenangi. Sebagai mahasiswa, pasti juga membutuhkan healing. Karena dengan healing maka kamu dapat merasa lebih refresh sejenak dari banyaknya tugas.
Pustaka Acuan:
Sitoresmi, Ayu Rifka. (8 Maret 2022). Apa Bahasa Indonesianya Healing? Pahami Makna dan Penerapannya. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/hot/read/4906112/apa-bahasa-indonesianya-healing-pahami-makna-dan-penerapannya?page=3
Prasetya dan I Made. (2018). Mengelola Emosi. Yogyakarta: K-Media

