Mahasiswa KKN Undip Membuat Platform Pemantauan Kesuburan Padi Bantu Petani

Natasha Maharani
merupakan mahasiswa semester akhir Universitas Diponegoro jurusan Teknik Geodesi
Konten dari Pengguna
18 Februari 2023 15:58 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Natasha Maharani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pelatihan Penggunaan Platform GEE kepada Kadus III Pak Budiyanto (Sumber: Dok.umentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan Penggunaan Platform GEE kepada Kadus III Pak Budiyanto (Sumber: Dok.umentasi Pribadi)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Karanggede, Boyolali (1/2/2023) – Sektor pertanian khususnya tanam padi menjadi salah satu sektor yang penting di Desa Pengkol. Adanya potensi pertanian yang cukup baik tersebut ternyata belum disertai pengetahuan mengenai waktu tanam dan waktu panen atau dalam adat jawa dikenal pranata mangsa. Selain itu, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir terjadi gagal panen karena hama wereng dan tikus, serta masalah pengairan sawah yang kebanyakan hanya menggunakan sistem irigasi tadah hujan dan sumur pantek sehingga hanya dapat menanam di musim penghujan saja. Maka mahasiswa KKN Undip berinisiatif untuk membuat platform pemantauan kesuburan padi dengan Google Earth Engine dan melakukan pelatihan sebagai bentuk keberlanjutannya.
ADVERTISEMENT
Desa Pengkol memiliki 5 kelompok tani yang bernama Kelompok Tani Subur Makmur I – V yang tersebar di 4 Dusun. Rata-rata hampir di semua kelompok tani memiliki permasalahan yang hampir mirip terutama di pengetahuan tentang waktu tanam dan waktu panen, keluhan tentang pengairan dan hama. Bila keresahan tersebut tidak segera diatasi maka dikhawatirkan akan terulang kejadian gagal panen atau hasil panen kurang maksimal sehingga menurunkan produktivitas petani.
Penyerahan Modul dan Poster kepada Pak Budiyanto Kadus III (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Sebagai salah satu alternatif solusi jangka panjang untuk keresahan tersebut, mahasiswa KKN Tim 1 Undip Desa Pengkol, Kab. Boyolali mencoba membuat suatu pemrograman sederhana untuk pemantauan tingkat kesuburan padi dan tanah khususnya pada penggunaan lahan sawah dan kebun menggunakan platform pemrograman Google Earth Engine. Google Earth Engine merupakan platform pemantauan lingkungan yang telah dirancang oleh ahli geografi, ilmuwan, dan peneliti agar masyarakat luas dapat dengan cepat dan mudah mengakses dan menganalisis lebih dari 600 dataset penginderaan jauh, termasuk citra satelit mulai dari tahun 1970 hingga saat ini. Hasil dari pemrograman ini berupa modul cara pemantauan padi dan poster tingkat kesuburan padi tahun 2020 – 2022. Kelompok sasaran dari program ini adalah Kepala Dusun III sebagai peserta pelatihan dan Ketua Kelompok Tani Subur Makmur I – IV sebagai peserta sosialisasi.
Kegiatan Sosialisasi ke Kelompok Tani Subur Makmur I (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yang pertama yaitu observasi lapangan, wawancara ke Kelompok Tani, dan koordinasi pelatihan dengan Kadus III. Kedua, melaksanakan pembuatan akun, pembuatan script pemrograman, pengolahan post-processing, serta analisis hasil. Selanjutnya, melakukan sosialisasi hasil dan pencerdasan kepada 4 ketua Kelompok Tani. Tahap keempat, yaitu memberikan pelatihan platform pemrograman Google Earth Engine kepada Kadus III Pak Budiyanto. Tahapan akhir adalah pembuatan modul dan penyerahan modul pada Kadus III Pak Budiyanto dan Poster Peta Kesuburan Padi. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu pemantauan kesuburan padi untuk menentukan rekomendasi waktu tanam dan panen yang tepat dan mengurangi resiko gagal panen jangka panjang. Adanya pelatihan diharapkan dapat diterapkan untuk menunjang wawasan dan alternatif solusi selain dari penekanan terhadap pranata mangsa kepada petani.
ADVERTISEMENT
Penulis:
Maria Natasha Maharani Putri – Prodi Teknik Geodesi
Dosen Pembimbing Lapangan: